Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus 19, 2018

Bayang Semu

Kau bayangan yang mengikat pada kedua mata ku mengikat ujung hatiku hingga aku menjadi  rapuh kau ibarat fatamorgana hanya  sebuah angan yang memberi semu tak lebih dari bayang yang merayu namun tak dapat disentuh abstrak  dan terkadang sulit diterjamahkan hanya singgah secara virtual tanpa meninggal kan jejak maya Puisi By Jannatul Zahra 26 Maret 2018

Lagu Malam Part II

Engkau torehkan sebait syair pada lembaran kertas putih itu lalu kau gesekkan syair itu pada biola tua itu sehingga menjadi lagu malam yang indah disaat purnama ke tujuh ditemani desiran angin dan  lembaran kering  kecoklatan yang berjatuhan kau nyanyikan lagu itu hanya ditemani purnama seolah ingin menyampaikan rindu yang tak dapat disampaikan lewat kelunya lisan Puisi By,Jannatul Zahra 28 Maret 20186

Bayangmu

Kisah Yang terukir itu seolah menjadi detak walau ia zahir padahal kita sudah berakhir tapi kisahnya terbelah menjadi sebuah potongan puzzle seperti itulah bayangan mu walaupun abstra seolah terus mengikuti sehingga Tak bisa terhapus bahkan oleh setip pensil sekalipun by Jannatul Zahra

Harapan

Detik Asa membias pada hati Yang merindu pada purnama diiringi hembusan angin darat di pucuk embun merangkai syair -syair hati mengarungi bahtera kehidupan yang berlabuh di pantai harapan dan menari bersama ombak Puisi : By , Jannatul Zahra

Shimphony Pagi

Pagi masih mengukir sukma Walaupun dingin menggigit kulit Diiringi nyanyian Kokok ayam Menyambut pagi Diiringi sinaran mentari Dan belaian sejuk angin Seolah menjadi shimpony Yang mengiringi langkah Pagi masih mengukir sukma Walaupun dingin menggigit kulit Diiringi nyanyian Kokok ayam Menyambut pagi Diiringi sinaran mentari Dan belaian sejuk angin Seolah menjadi shimpony Yang mengiringi langkah Insani di pagii hari Puisi By Jannatul Zahra Minggu 25 Maret 2018

Jalan Tobat Part Ii

ku menapaki masa meniti jalan cinta menuju allah walau sejuta onak harus ku la kui dan tertatih mencari jalan menuju rahmat ilahi mengetuk pintu robbul izzati walau sejuta goda datang mengganggu semoga tetap tangguh mencari jalan tobat ku menuju jalan ilahi robby memohon setetes ampunan kembali pada fitrah suci Sebelum nafas dan jantung ini terhenti Puisi By , Jannatul Zahra 03 July 2018

Cinta SejatiNya

Dalam detak hati yang mengukir sukma di didada sejuta harap pada lengkuk pelangi mengukir tasbih - tasbihC cinta Untuk Nya dalam.perjalanan sunyi Pada sujud panjang di bawah sinaran mengharap setetes kasihNya dalam safar menuju CintaNya semoga sabar selalu mengiringi Untuk mendapatkan cinta sejati yang hanya dariNya Puisi ByJannatul. Zahra 28 Maret 2018