Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari 23, 2013

Puisi Perangkai Jiŵa Part III : Masa Depanku?

Ku tahu pelangi Tak kan selalu datang Sehabis hujan Tapi ku tahu Ada langit Disetiap hariku Walaupun ku tahu Warnanya tak selalu Biru Wahai sang Rahman Robbul izzati Dzat yang maha cinta Bolehkah aku bertanya Bagaimana masa depanku Kelak? Tuhan aku lelah Dalam kebimbingan yang Entah kapan berhenti Di mata Jannatul Zahra 22 -23 Feb 2013

Di Titik Senja

Aku berhenti di sini… Di sudut malam penantian Kantuk berjelaga rindu Dalam alunan antara sudut Sore dan. Senja Dalam perjalanan menuju malam Di Titik senja Lelah ku mencapai nadir Titik itu telah kugapai Dengan rasa syukur Demi sesuap nasi Ku bekerja keras Di pagi harap Demi. Mengisi Perut hari ini

Puisi Perangkai Jiwa Part II :Zahra

Kurangkai diri Seperti bunga Karena ku adalah bunga itu Aku adalah bunga itu Yang lahir Dari cinta dan kasih Ibu dan Ayah Di benih dengan cinta Di pupuk dengan kasih sayang Di sirami dengan ketulusan dan keikhlasan Aku adalah aku Suratan takdir mengharuskanku Tak boleh layu Walaupun namaku zahra Aku harus menjadi kuat Dan tak patah arang Jikalau mentalku adalah akar Maka akarku tak boleh sekalipun Patah. Walaupun hamtaman Ombak ganas mendera akarku Bersabarlah wahai bunga Walaupun diterpa hujan petir Tetaplah dalam kesabaran yang indah Walaupun jiwa merasa lelah Percayalah Allah tidak akan mengingkari janjiNya Jika diri ini bersabar Dalam menghadapinya Dan lulus dalam melewatinya Maka. JannahNya sedang menantimu Wahai diri. Wahai diri Yang jiwaku Berada dalam genggamanNya Dengarkanlah petuah hatimu Bahwa sabar dan syukur Adalah sulit pada awalnya Namun Indah pada akhirnya Oleh : Jannatul Zahra Jumat 22 feb. 2013