Langsung ke konten utama

Postingan

Kemesraan Dalam Hati

 Kau  adalah harap tali pelangi Yang tak pernah terukir Dalam lukisan pelangiku Namun pernah Bidadari bertanya Apakah itu cinta? Yang kau sembunyikan Dalam gelak tawa Berisikan tangis Dalam sepi... Lalu kau tawarkan Kemesraan yang indah Antar manusia Kau mintaku Menerima secawan madu Darimu Agar mesra denganmu Namun tahukah kau Aku tak ingin Bermesra denganmu Sebelum ikatan suci Berikat sebelum akad Aku hanya ingin Berta'aruf Dan ku tak ingin Bermesra denganmu Tapi kuingin Bermesra dengan Ilahi Agar tumbuh Benih yang murni. Hanya Robbi Izzati Pengenggam Qolbu insani Tempat tujuan Manusia bertasbih Dan Kemesraan itu Hanya ada ada Di Hati Karena cinta murni Hanya. Untuk Ilahi Oleh : Jannatul Zahra 09- Mei 2011

Purnama Pada Langit Siang

Mengait Bahaga Melepad resah Pada hati yang mencari jiwanyai Purnama membingkai pada matahari Pada sinarnya Memeluk bintang, merangkul galaksi Pada asa yang semu Pada cinta yang buta tak tahu kemana ia akan bersemayam. sementara hati masih melepas resahnya mengait bahagia dan mencari jiwanya Purnama masih membingkai matahari Tak sadarkah ia bahwa ini masih siang Sementara gelapnya masih diperaduan akankah ia mengundang Gerhana untuk datang menjemputnya Karena berada pada langit yang bukan pada waktunya By : Jannatul Zahra

Jodoh

Kau yang terjamah dalam rinduku Terbuat dalam benang kasih Yang dirajut bersama mimpi Di sulam bersama cerita cinta Menghasilkan busana indah Dipakai sang cinderella Untuk menghadiri pesta Lengkap dengan sepatu kaca Pemberian. Sang peri Yang khusus dari nirwana Turun ke alam. Mayapada Khusus untuk menjaga Cinderella Yang selalu disiksa Bunda Karena cinderella bukan lahir Dari rahimnya Sepatu kaca Cinderella. Akhirnya tertinggal di tangga istana Tapi sepatu kaca Sang Cinderella tertinggal Itu Membawannya bertemu Jodoh Oleh : Jannatul Zahra

Kisah hidup bagai Langit & Pelangi ( Catatan Hati Dalam keterbatasan Part3)

Saya sebenarnya bingung dengan diri saya sendiri. Saya kadang jengah dan jenuh dengan diri saya saat ini, Saya sudah lelah dengan semua ini saya bingung dan saya tak  ingin mengeluh karena menurut saya mengeluh lelah dan capek saya seperti orang tak tahu arah hidup saya mau saya bawa kemana masa depan saya. Saya sering bertanya dalam hati tuhan bagaimana masa depanku nanti... 'Tuhan kenapa ku terlahir sperti ini pertanyaan itu semua. Pernah singgah di hati saya namun saya berusaha kuat menghadapinya walaupun saya sendiri memang bingung dengan diri saya. Saya benar2merasa dawn saya benar2 Benar di titk terendah semangat saya saya benar2 Kehilangan semangat hidup walaupun tak nampak bahkan sampai saat ini di tambah lagi saya benar. benar terkurung seperti burung dalam sangkar jadilah saya orang bingung .   Tuhan. memang adil dibalik cobaan hidup dalam sebuah. Kesulitan tuhan memberi kemudahan saya untuk beraktivitas karena saya mengalami kesulitan dalam berjalan ...

Mimpiku

Cita2 saya saat ini cuma satu yaitu menjadi penulis. Saya saat saat hanya  melakukpenulisan dream &action saya hrus berjuang dan belajar meraih mimpi. Cita2 saya dimasa kecil semoga   bisa semangat dalam meraihnya

Doa Sang Pemimpi

Ya allah , ya robbi Hamba. Memohon KepadaMu Kuatkanlah hati Hamba Dalam menghadapi CobaanMu Wahai dzat yang maha Pengasih sesungguhnya Tidak ada. Yang kau ciptatakan Dengan sia -sia Melainkan kami Sendiri yang menyia -nyiakannya Tuhan Jadikanlah apa Yang ada dalam diriku Suatu anugerah Terindah DariMu Yang senantiasa harus. Hamba syukuri Tuhan Mungkin hamba hanyalah Seorang pemimpi Yang berpanjang Angan Meraih cita Meraih CintaMu Robbi dalam Keridhoaan By jannatul. Zahra 28 Okt 2012

Bertemsn Dengan Sunyi Malam

Malam ini  Begitu kelam Begitu keras Semua orang  Tertidur lelap Sambil dibuai Dingin angin Malam Syahdu senandung Air hujan Terbuai. dalam Pelukan selimut Tebal Yang menyejukan Dan menghangatkan Badan Hanya aku Terjaga Di. Sunyi Malam Berteman senandung Syahdu dingin Lebat hujan Mataku Tak dapat Terpejam Buaian angin malam Membuaiku Di kesepian Malam Hanya pena biru Dan kertas putih Sahabat kalbu Mengalirkan  Kata-'kata  Jujur Dari lubuk Yang paling dalam Mungkin esok Sakit dan nyeri Yang bertamu Dikepalaku Akibat. Terjaga Menemani sunyi Malam Senandung syahdu Lebat hujan Sedangkan mereka asyik Di buai mimpi Dalam kehangatan Sedangkan Aku berteman Dengan Sunyi -sunyi Malam Senin 28. Januari 2008 Oleh : Jannatul Zahra