Langsung ke konten utama

Postingan

Puisi Perangkai Jiwa Part I : Karena Namamu Indah

Jannatul Zahra Kutulis namamu Dalam. Lembaran Puisiku Jan Itulah sapa untukmu Singkat bukan? Tapi tetap indah Jan Jannatul. Zahra Tahukah Kau? Namamu Puitis Dan bermakna sangat Indah Jan Ku tuliskan Tulisan Ini Bukan untuk Membuatmu Narsis dan bangga. Diri Apalagi lupa diri Jan Jannatul Zahra Ku tuliskan Untuk menyemangati Dirimu Karena ku tahu Kau sedang rapuh Jan Jannatul Zahra Bunga Surga Bangkitlah wahai diri Jangan izinkan Dirimu untuk Terus rapuh karena Cita yang belum tercapai Dan harapan yang belum Terwujud. Jan Jannatul Zahra Bangkitlah Wahai diriku Sayang Jan Jannatul Zahra Tahukah kau? Bahwa Namamu Adalah pengingat Dan nasehat Buat Dirimu Agar kau tak mudah Layu seperti bunga Diluar sana Maka Allah mengujimu Agar kau memiliki Akhlak yang jauh lebih indah Dan lebih harum dari bunga Agar benar- benar Menjadi penghuni surga Jannatul Zahra Wahai diriku sayang Bersyukurlah pada Ilahi Bahwa di balik kekurangan Dan keterbasan dirimu Allah sematkan nama yang Indah dirimu...

Cinta Maya Yang Galau

Semesta menulis Cerita rinduku Diatas lembaran putih Bersampul biru Kenapa ada rasa Cinta itu Datang padaku? Jawab tanyaku Tuhan, Belum usai cerita Piluku Akibat kepergian Orang - orang Terkasihku Aku Di uji OlehMu Dengan rasa cinta atau nafsu Yang kau titip pada hatiku Pada. Orang itu Kenapa ku harus Menaruh rasa Pada saat telah Terpisah Pintu maya Ketika Air mataku Belum lagi mengering Tumbuh cinta galau Dalam dadaku Yang hadir diluar Kuasaku Jannatul Zahra 21. Feb 2013

Kemesraan Dalam Hati

 Kau  adalah harap tali pelangi Yang tak pernah terukir Dalam lukisan pelangiku Namun pernah Bidadari bertanya Apakah itu cinta? Yang kau sembunyikan Dalam gelak tawa Berisikan tangis Dalam sepi... Lalu kau tawarkan Kemesraan yang indah Antar manusia Kau mintaku Menerima secawan madu Darimu Agar mesra denganmu Namun tahukah kau Aku tak ingin Bermesra denganmu Sebelum ikatan suci Berikat sebelum akad Aku hanya ingin Berta'aruf Dan ku tak ingin Bermesra denganmu Tapi kuingin Bermesra dengan Ilahi Agar tumbuh Benih yang murni. Hanya Robbi Izzati Pengenggam Qolbu insani Tempat tujuan Manusia bertasbih Dan Kemesraan itu Hanya ada ada Di Hati Karena cinta murni Hanya. Untuk Ilahi Oleh : Jannatul Zahra 09- Mei 2011

Purnama Pada Langit Siang

Mengait Bahaga Melepad resah Pada hati yang mencari jiwanyai Purnama membingkai pada matahari Pada sinarnya Memeluk bintang, merangkul galaksi Pada asa yang semu Pada cinta yang buta tak tahu kemana ia akan bersemayam. sementara hati masih melepas resahnya mengait bahagia dan mencari jiwanya Purnama masih membingkai matahari Tak sadarkah ia bahwa ini masih siang Sementara gelapnya masih diperaduan akankah ia mengundang Gerhana untuk datang menjemputnya Karena berada pada langit yang bukan pada waktunya By : Jannatul Zahra

Jodoh

Kau yang terjamah dalam rinduku Terbuat dalam benang kasih Yang dirajut bersama mimpi Di sulam bersama cerita cinta Menghasilkan busana indah Dipakai sang cinderella Untuk menghadiri pesta Lengkap dengan sepatu kaca Pemberian. Sang peri Yang khusus dari nirwana Turun ke alam. Mayapada Khusus untuk menjaga Cinderella Yang selalu disiksa Bunda Karena cinderella bukan lahir Dari rahimnya Sepatu kaca Cinderella. Akhirnya tertinggal di tangga istana Tapi sepatu kaca Sang Cinderella tertinggal Itu Membawannya bertemu Jodoh Oleh : Jannatul Zahra

Kisah hidup bagai Langit & Pelangi ( Catatan Hati Dalam keterbatasan Part3)

Saya sebenarnya bingung dengan diri saya sendiri. Saya kadang jengah dan jenuh dengan diri saya saat ini, Saya sudah lelah dengan semua ini saya bingung dan saya tak  ingin mengeluh karena menurut saya mengeluh lelah dan capek saya seperti orang tak tahu arah hidup saya mau saya bawa kemana masa depan saya. Saya sering bertanya dalam hati tuhan bagaimana masa depanku nanti... 'Tuhan kenapa ku terlahir sperti ini pertanyaan itu semua. Pernah singgah di hati saya namun saya berusaha kuat menghadapinya walaupun saya sendiri memang bingung dengan diri saya. Saya benar2merasa dawn saya benar2 Benar di titk terendah semangat saya saya benar2 Kehilangan semangat hidup walaupun tak nampak bahkan sampai saat ini di tambah lagi saya benar. benar terkurung seperti burung dalam sangkar jadilah saya orang bingung .   Tuhan. memang adil dibalik cobaan hidup dalam sebuah. Kesulitan tuhan memberi kemudahan saya untuk beraktivitas karena saya mengalami kesulitan dalam berjalan ...

Mimpiku

Cita2 saya saat ini cuma satu yaitu menjadi penulis. Saya saat saat hanya  melakukpenulisan dream &action saya hrus berjuang dan belajar meraih mimpi. Cita2 saya dimasa kecil semoga   bisa semangat dalam meraihnya