Langsung ke konten utama

Postingan

Semangat Dan Motivasi

Ketika Browsing di internet Hobi saya adalah membaca kisah -kisah para ilmuwan dan peneliti seperti mozart ,Al biruni, ladislao biro jabir ibnu hayan ibnu sina, Al khawarizmi Albert einstein dan lain- lain saya suka sekali. Membaca kisah tentang mereka karena ketika saya kecil saya bercita- cita menjadi Ilmuwan ketika saya kecil dahulu saya membaca kisah mereka. sebuah inspirasi untuk saya dan juga motivasi :) zaman saya duduk di bangku sekolah dasar dahulu ibu saya yang notabene masih mengajar menjadi seorang guru pada saat itu suka membeli majalah sabili yang ada  rubrik. Khazanahnya yang khusus ruang berisi cerpen, puisi, kisah tokoh muda yang sukses dan tentunya kisah para ilmuwan &peneliti & berkat jasa mereka kita bisa mengenal yang namanya bolpoint atau pulpen berkat jasa ladislao biro kita bisa mengenal mengenai perbintangan berkat jasa. Al biruni & lain- lain. Tapi tahukah kita bahwa dibalik keberhasilan mereka mempengaruhi peradaban&dibalik keb...

Belajar Dari Game Level 25

Yang menghalangi mimpimu hanya rasa takutmu & imajinasimu itu saja.itulah yang saya retweet dari salah satu teman di follower. Saya adalah orang yag suka main game bahkan sampai terkadang sampai. Level tertinggi dari kebiasaan saya bermain game saya belajar tentang suatu hal saya belajar dari kebiasaan diri saya sendiri bahwa saya selama ini hanya. Dihantui rasa takut saja saya sangat bermain game jika saya.  Tidak menang saya akan. Tidak akan berhenti. Sampai saya memperoleh kemenangan. Tadi. Saya belajar. Bahwa ketika bersungguh sungguh kita pasti. Bisa. Ketika saya bermain game di handphone. Saya bisa memenangkan level 25 walaupun awalnya sempat kalah tapi akhirnya saya bisa memenangkannya & ketika saya menang kata hati. Saya berkata. Bisa khan jan begitupun dengan kehidupan kalau janna bersungguh-sungguh pasti janna bisa :)

Kemesraaan Dalam Hati Part 2

 Aku Hanyalah Daun-daun Yang berguguran Di bulan safar Kemudian sabar Menanti untuk mekar Kembali Di feberuari. Ketika persediaan air Ditengah gurun Cinta Telah habis. Baru kusadar Kehadiran cintaMu Amat sangat kurindukan Ditengah sepiku Dan kujadikan butiran tasbih Sebagai sebuah bukti Cintaku PadaMu Dan ingin ku ukir Kembali kemesraan denganMu Ya robbi yang telah lama Tak tergulir akibat duniaku Dan Kemesraan hamba denganMu Hanya hati yang rasa 09 Mei 2011 Pukul. 19:03 Oleh. : Jannatul Zahra

Aku Tak Pernah Tahu

Aku tak pernah tahu Berapa kali Aku pernah di bully Aku tak pernah tahu Berapa perih Yang pernah Aku rasakan Aku tak pernah tahu Berapa tetes Air mataku Yang pernah Kualirkan Karena ku izinkan Hatiku terluka Aku tak pernah tahu Berapa waktuku habis Dalam sia- sia Tiada berarti Aku tak pernah tahu Berapa menit? Berapa detik? Duka itu hadir Dalam diriku Aku tak pernah tahu Berapa bahagia Yang pernah datang Menghampiri Aku takkan pernah Menghitung semua itu Karena memang ku tak sanggup Mengkalkulasi Berapa duka dan bahagia Yang pernah hadir... Aku tak pernah lagi Memilih dan menghitung Dan ... Akan kubiarkan Hidupku mengalir Karena ku tahu Duka dan Bahagia Datang silih. Berganti Seperti Air sungai Dan yang aku tahu Aku hanya perlu Bertanya Pada diriku sendiri Maka nikmat tuhan Manakah Yang diri ini Telah dustakan Sudahkah diri ini Mensyukuri semua PemberianNya Oleh : Jannatul Zahra Penajam Kamar Pink 01 Maret 2013

Rindu Ini

Aku terhempas Dalam kenanganku Akan dirimu Yang hadir dalam Imajinasi ku selalu Kini, kau dan aku Terpisah jauh Kau berada Di alam barzah Sementara Aku masih disini Entah kapan Kita akan bertemu? Hanya Allah Yang tahu Hanya doa Yang bisa menjadi Penyambung hati Pelepas rindu Mungkin malam nanti Allah berkenan Mempertemukan Kita di Alam Mimpi Dalam tidurku Oleh : Jannatul Zahra 28 februari 2013

Puisi Perangkai Jiŵa Part III : Masa Depanku?

Ku tahu pelangi Tak kan selalu datang Sehabis hujan Tapi ku tahu Ada langit Disetiap hariku Walaupun ku tahu Warnanya tak selalu Biru Wahai sang Rahman Robbul izzati Dzat yang maha cinta Bolehkah aku bertanya Bagaimana masa depanku Kelak? Tuhan aku lelah Dalam kebimbingan yang Entah kapan berhenti Di mata Jannatul Zahra 22 -23 Feb 2013

Di Titik Senja

Aku berhenti di sini… Di sudut malam penantian Kantuk berjelaga rindu Dalam alunan antara sudut Sore dan. Senja Dalam perjalanan menuju malam Di Titik senja Lelah ku mencapai nadir Titik itu telah kugapai Dengan rasa syukur Demi sesuap nasi Ku bekerja keras Di pagi harap Demi. Mengisi Perut hari ini