Langsung ke konten utama

Postingan

DekapMu

Tuhan  dekapku dalam  kasihMu Tuhan   dekapku dalam  cintaMu   Inilah  diriku  yang rindu  akan   dekapanMu. Jiwaku kini  asing dari putih. menjadi Kelabu Dari Kelabu menjadi  Pekat  kini Putih  hanyalah kenangan. kenangan manis   seperti waktu  yang berlalu Lalu.akupun  berjalan  dalam.sunyi  Menuju dekapan  SuciMu wahai Izzati Puisi : Jannatul  Zahra Minggu, 26 feberuari 2017 Jalan.Perintis No, 17 Sudah Diposting Pada   blog sebelumnya blogspot

Apel Merah

Masih ingatkah kau sayang Ketika itu hujan turun Di sebuah mall Di pinggir kota Kita membeli Apel merah Kemudian apel itu kita bagi dua Satu untukmu dan satu untukku Belahan apel merah itu Berbentuk sebuah hati Hatiku dan hatiku akan selalu Berbagi dalam suka dan duka Dan dalam  cinta dan kasih sayang Lupa tanggal pembuatannyd a

Senyap

Malam gelap Tiada cahaya bintang  Apalagi bulan Semua bersembunyi Di kolong langit Tiada hendak memberi cahaya Bagi manusia Hanya lolongan anjing yang terdengar Seorang  gadis duduk sendirian Diatas meja yang menawan Menulis buku  diary tentang kehidupan  tuhan tolonglah dia yang  Sendirian menanti  PertolonganMu Didalam kesepian dan kesenyapan Dan. Tangisnya dia  Menanti KasihMu By: jannatul Zahra 3 November 2006

Cerita Senja

Menulis  makna diujung hari  Melafazkan  kerinduan  pada langit  mengumandangkan AzanNya  Ketika matahari  Purnakan  tugasnya    Cerita  Senja Pun  dimulai tentang malam  yang  bergulir  menjadi  selimut  bagi   orang  yang  lelah    Jannatul  Zahra Jannatul Zahra di 11.25

Puisi Di Sudut Jendela

Cinta berjubah sepi bersamamu dinda Berkawan  sunyi senyap  Disudut Jendela Wahai Kelam Di temani pena Bersahabatkan inspirasi Bersama  mencipta kalam Dari sudut  jendela Di dampingi sepoaian  Angin Darat Melahirkan syair di kegelapan Puisi : Jannatul Zahra Sabtu malam 30.April 2016 Pernah Ditulis  : Di  blog mwb

Kunang- Kunang

Kulihat sosok gelap  Dibalik purnama Mengitari Sekelilingnya  Pada gulita Ia berbagi   Pada lembar hitam  Sejuta cahaya  Ribuan  bintang menghias  Pekat Menjadikan indah malam  Bersama Tarian  Kunang -kunang    Puisi By : Jannatul  Zahra Gn Seteleng  06-07 okt 2016

Balada Nakhoda Tua

dilangit Nurani kisah situa  Yang penuh derita, Di usia senja, Penuh payah, Inilah bahtera Dengan nakhoda  tua mengelilingi  dunia tanpa anak buah Sebatang kara di usia senja, Sunyi tanpa teman, Nurani si nakhoda tua Merintikkan tangis  dari langit - langitnya Sehingga tak tampak  Oleh mata telanjang Puisi: Jannatul Zahra Gn Seteleng 26 September 2015 Posting Pertama di mwb  Kemudian Di blogspot0