Langsung ke konten utama

Postingan

Melukis Takdir

Aku menghitung Rangkaian pijakan masa  tangga kehidupan menapaki  rangkaian takdir   Sampai di ufuk  senja  kupuja  ia lewat untaian  tasbih  kudekati la  lewat rangkaian sujudku  mengisi bekal dengan indah  amal amal shalh untuk   bekalan pulang ke sana 06 oktober By. Jannatul Zahra

Malam Yang Bisu

Sunyi berderai  digedung tua yang   dikelilingi debu yang berdansa  bersama laba_ laba  yang ditemani  hembusan angin  sebagai pengiringya menjadikan piano tua  namun tak berjemari,  Berdetak melantunkan sunyi   ditemani  daun  kering  yang menghiasi tubuh  rentanya  yang membuat Malam menjadi bisu   walau purnama   diatas sana   nampak indah  menggantung  ditemani kejora  Namun malam  hanya  membisu  menderaikan  sunyi 

Kalam Rindu

Biarkan aku  menjadi kalam sunyi ketika  matahari  mulai pergi ke barat dan menghitamnya langit   seiring bait -bait senja  yang memberi  sejuk bersama embun sore  menjadikan syahdu kalam sunyi sebuah syair rindu  sepotong anggrek untuk rembulan

Masa

Aku mengeja masa  mengais waktu diujung hari  mengukir senja  diujung usia  AKu menghitung masa  demi masa detik demi detik hingga menit ke menit  seraya bertanya masihkah   saya hidup esok  By..Jannatul Zahra

Memoar Rindu

Kutuliskan memoar rindu  dalam lembar lembar qalbu  diujung lail  Lewat kalam kalam   syahdu   di dinginnya pekat   yang tak  dapat disampaikan   oleh lisan yang beku By Jannatul.Zahra Penajam.Paser Utara 14 0kt 2017

Saga

Aku merangkai asa pada ufuk ufuk langit yang memberi jeda pada  siang dan malam dan  diantara tenggelamnya Yang membentuk saga yang merona diujung senja menjemput asa diatas sajadah panjang Mengharap setitik belas kasih illahi  by Jannatul Zahra 06 oktober 2017

Jus Didalam Gelas

Aku meranum.kisah dalam  sepotong buah apel  yang   diolah menjadi jus  yang dituang Di dalam gelas -gelas  kaca Seolah  kisahku umpama  jus yang hanya menjadi cerita Jus didalam. gelas yang  sudah Habis Puisi : By Jannatul Zahra Selasa  04 April  2017