Langsung ke konten utama

Postingan

Bait-Bait Rindu Part II

Engkau bagaimana sebuah nada yang mengiringi bait bait sunyi dalam lantunan detak nadi hanya kegetiran yang menemani didampingi secangkir kopi memaknai jiwa yang merindukan sahabat sejati Puisi By Jannatul Zahra Senin, 13 Nopember 2017

Noktah Jiwa

Kutuliskan  noktah jiwa  di ungunya senja yang menawar hati  pada asyiknya canda  yang menjadi   obat duka  didada  walau hanya  setitik noktah  di jiwa pada  spasi kehidupan By : Jannatul Zahra  Rabu, November 2017

Balada Sepi

Aku melukis syahdu ditengah sunyi bersama irama hati yang merindukan rembulan pada kuntum malam mengembara mencari kedamaian kanvas belumlah  mengering sementara balerina telah usai menari sementara  yildiz masih  asyik  menari bersama rembulan di ujung malam sementara canda sunyi masih menawarkan.sepinya. Puisi By Jannatul Zahra 06 Nopember 2017

Jodoh Part II

Inilah jalanku yang telah  tertulis ditakdirNya Dalam  doaku kusebut namamu  wahai kekasihku sampai usai syair ini  kutulis kan kuncup mawar melatiku belumlah  merekah sempurna  Dan  walau ombak usai menari deburannya masih bisa kurasakan dan  kisah  kita  belumlah sempurna  seperti kuncup itu dan andaikan  aku adalah tulang  rusukmu maka engkaulah tempatku bersandar merekahkan  kuncup cinta yang di warnai pelangi   karena jodoh adalah   dimana tulang rusuk menemukan  tempatnya yang sebenar dimana ia bersandar. Dan  tempat tulang rusuk  tidak tertukar karena tepat  berada  didada  pangeran tampan  By. Jannatul Zahra

Kangen Aku Padamu

KangnAku  padamu  seperti layaknya  kekasih yang merindukan  kekasihnya yang jauh dimata  Kangen aku padamu  apakah aku sedang jatuh cinta? Namun mengapa kepada  engkau yang namamu telah diukir di nisan  Mengapa tak  saat engkau  masih bernafas Menjadi virus  merah jambu seperti yang sudah -sudah lalu menjadi debu yang tertiup angin  Aku kangen padamu  seperti orang  yang merindukan  pasangannya yang sudah lama pergi dan entah kapan kembali  Dan memang telah kembali  dalam dekapan suci  sang pemilik langit &bumi  Yang meninggalkan kenangan ketampanan bagi kaum hawa dan kebaikan bagi semua   Maaf kan atas rasaku ini tuhan karena datang pada waktu yang salah atau kah   rasa ini hanya kagum saja? Tapi setan membuatnya menjadi cinta dan membuat qalbu ini menjadi berdosa sekali lagi maafkan aku tuhan dan biarkan puisi  yang tak indah ini menjadi pelebur rasa  kar...

Melukis Takdir

Aku menghitung Rangkaian pijakan masa  tangga kehidupan menapaki  rangkaian takdir   Sampai di ufuk  senja  kupuja  ia lewat untaian  tasbih  kudekati la  lewat rangkaian sujudku  mengisi bekal dengan indah  amal amal shalh untuk   bekalan pulang ke sana 06 oktober By. Jannatul Zahra

Malam Yang Bisu

Sunyi berderai  digedung tua yang   dikelilingi debu yang berdansa  bersama laba_ laba  yang ditemani  hembusan angin  sebagai pengiringya menjadikan piano tua  namun tak berjemari,  Berdetak melantunkan sunyi   ditemani  daun  kering  yang menghiasi tubuh  rentanya  yang membuat Malam menjadi bisu   walau purnama   diatas sana   nampak indah  menggantung  ditemani kejora  Namun malam  hanya  membisu  menderaikan  sunyi