Engkau bagaimana sebuah nada yang mengiringi bait bait sunyi dalam lantunan detak nadi hanya kegetiran yang menemani didampingi secangkir kopi memaknai jiwa yang merindukan sahabat sejati Puisi By Jannatul Zahra Senin, 13 Nopember 2017
Kutuliskan noktah jiwa di ungunya senja yang menawar hati pada asyiknya canda yang menjadi obat duka didada walau hanya setitik noktah di jiwa pada spasi kehidupan By : Jannatul Zahra Rabu, November 2017
Aku melukis syahdu ditengah sunyi bersama irama hati yang merindukan rembulan pada kuntum malam mengembara mencari kedamaian kanvas belumlah mengering sementara balerina telah usai menari sementara yildiz masih asyik menari bersama rembulan di ujung malam sementara canda sunyi masih menawarkan.sepinya. Puisi By Jannatul Zahra 06 Nopember 2017
Inilah jalanku yang telah tertulis ditakdirNya Dalam doaku kusebut namamu wahai kekasihku sampai usai syair ini kutulis kan kuncup mawar melatiku belumlah merekah sempurna Dan walau ombak usai menari deburannya masih bisa kurasakan dan kisah kita belumlah sempurna seperti kuncup itu dan andaikan aku adalah tulang rusukmu maka engkaulah tempatku bersandar merekahkan kuncup cinta yang di warnai pelangi karena jodoh adalah dimana tulang rusuk menemukan tempatnya yang sebenar dimana ia bersandar. Dan tempat tulang rusuk tidak tertukar karena tepat berada didada pangeran tampan By. Jannatul Zahra
KangnAku padamu seperti layaknya kekasih yang merindukan kekasihnya yang jauh dimata Kangen aku padamu apakah aku sedang jatuh cinta? Namun mengapa kepada engkau yang namamu telah diukir di nisan Mengapa tak saat engkau masih bernafas Menjadi virus merah jambu seperti yang sudah -sudah lalu menjadi debu yang tertiup angin Aku kangen padamu seperti orang yang merindukan pasangannya yang sudah lama pergi dan entah kapan kembali Dan memang telah kembali dalam dekapan suci sang pemilik langit &bumi Yang meninggalkan kenangan ketampanan bagi kaum hawa dan kebaikan bagi semua Maaf kan atas rasaku ini tuhan karena datang pada waktu yang salah atau kah rasa ini hanya kagum saja? Tapi setan membuatnya menjadi cinta dan membuat qalbu ini menjadi berdosa sekali lagi maafkan aku tuhan dan biarkan puisi yang tak indah ini menjadi pelebur rasa kar...
Aku menghitung Rangkaian pijakan masa tangga kehidupan menapaki rangkaian takdir Sampai di ufuk senja kupuja ia lewat untaian tasbih kudekati la lewat rangkaian sujudku mengisi bekal dengan indah amal amal shalh untuk bekalan pulang ke sana 06 oktober By. Jannatul Zahra
Sunyi berderai digedung tua yang dikelilingi debu yang berdansa bersama laba_ laba yang ditemani hembusan angin sebagai pengiringya menjadikan piano tua namun tak berjemari, Berdetak melantunkan sunyi ditemani daun kering yang menghiasi tubuh rentanya yang membuat Malam menjadi bisu walau purnama diatas sana nampak indah menggantung ditemani kejora Namun malam hanya membisu menderaikan sunyi