Anyelir merekah seiring rindu yang.menjadikannya sebuah hiperbola lalu layu dan.tak.mampu lagi menjadi.kuntum kuntum cantik yang mengelilingi air tak.lagi menjadi hiperbola.seperti.dahulu hanya.sepotong ironi yang.mengiringi. kisah sekuntum anyelir By : Jannatul Zahra selasa ,14 .November 2017
kau.adalah.sebait sebait kisah.yang kutuliskan dalam lembar lembar pelangi.yang.ditaburi kuntum kuntum kasih yang mekarnya karena belaian hujan mengisahkan.sebuah rindu dan menyalurkannya menjadi kuantum syair yang.mengisahkan sebuah memoar kisah.kasih yang tak.berujung dan.menjadikannya ironi pada sebuah hati By : Jannatul Zahra selasa ,14 .November 2017
ijinkan.Aku memelukmu dalam kesyahduan membelai.kedamaian di ujung kegetiran hati merangkai.puzzle puzzle hati didalam bening.bening.jiwa berdansa sepi.walau dalam di ujung dekapan jiwa By : Jannatul Zahra 14 November 2017
Engkau bagaimana sebuah nada yang mengiringi bait bait sunyi dalam lantunan detak nadi hanya kegetiran yang menemani didampingi secangkir kopi memaknai jiwa yang merindukan sahabat sejati Puisi By Jannatul Zahra Senin, 13 Nopember 2017
Kutuliskan noktah jiwa di ungunya senja yang menawar hati pada asyiknya canda yang menjadi obat duka didada walau hanya setitik noktah di jiwa pada spasi kehidupan By : Jannatul Zahra Rabu, November 2017
Aku melukis syahdu ditengah sunyi bersama irama hati yang merindukan rembulan pada kuntum malam mengembara mencari kedamaian kanvas belumlah mengering sementara balerina telah usai menari sementara yildiz masih asyik menari bersama rembulan di ujung malam sementara canda sunyi masih menawarkan.sepinya. Puisi By Jannatul Zahra 06 Nopember 2017