Langsung ke konten utama

Postingan

Bahtera Malam

Malam Bahtera Aku mengayuh   bahtera yang memudarkan rancak suasana menjadi bisu  seperti puisi  tanpa bait hiperbola layaknya bunga yang layu dan gugur ke bumi ,  Hanya menjadi  sekuntum kenangan yang wangi  mewarnai malam  dalam perjalanan  menuju fajar  Puisi By, Jannatul Zahra  16 Nopember 2017

Belaian Mesra

Hening Kusambut belaian  mesramu dengan  kerelaan hati walau  hampa ini menyisip  diruang jenak  semakna syahdu  di ruang waktu  bertahtakan sabit  menkiaskan syahdu  suasana  serupa mayapada  Puisi. By: Jannatul Zahra 16 November 2017

PelukNya

Engkau  adalah Rindu yang  di titip  tuhan pada ujung hati yang mendamaikan jiwa ditemani secangkir kopi Seraya merengkuh  malam pada sepertiga malam mengharapkan Peluk cinta.dariNya Puisi : By, Jannatul  Zahra 14   November  2017

Gadis Pelangi

Kutulis   jejak dipelangi  meluruhkan.jiwa mendekap.ku.dalam kesunyian menafaskan kidung kedamaian  diujung malam yang menawarkan  sekuntum.bunga untuk gadis.pelangi By: Jannatul Zahra 14 Nopember.2017

Ironi Anyelir

Anyelir   merekah  seiring  rindu yang.menjadikannya sebuah hiperbola lalu layu dan.tak.mampu  lagi  menjadi.kuntum kuntum cantik yang mengelilingi air  tak.lagi menjadi  hiperbola.seperti.dahulu hanya.sepotong ironi yang.mengiringi. kisah sekuntum anyelir By :  Jannatul Zahra selasa ,14 .November 2017

Ironi Hati

kau.adalah.sebait  sebait  kisah.yang kutuliskan dalam lembar lembar  pelangi.yang.ditaburi kuntum   kuntum kasih yang mekarnya karena belaian  hujan mengisahkan.sebuah  rindu dan menyalurkannya  menjadi kuantum syair yang.mengisahkan sebuah memoar  kisah.kasih yang tak.berujung  dan.menjadikannya ironi pada sebuah hati By :  Jannatul Zahra selasa ,14 .November 2017

Dekapan Jiwa

ijinkan.Aku  memelukmu dalam kesyahduan membelai.kedamaian di ujung kegetiran hati merangkai.puzzle  puzzle hati didalam bening.bening.jiwa berdansa sepi.walau dalam di ujung dekapan jiwa By : Jannatul Zahra 14 November 2017