Langsung ke konten utama

Postingan

Retak Iman

Aku membingkai doa dalam perjalanan masa menngharap rahmat kasih tuhan diperjalanan menuju jannah Dalam hitungan jantung yang masih berdetak , didampingi dua malaikat . Tuhan inilah aku dalam perjalanan ini hamba masih mengiba rahmatMu dan mengharap syafaat RasulMu walau hamba tahu hati hamba ini dilanda kemarau iman dan retak oleh fana duniawi Puisi : by Jannatul Zahra 26 Desember 2017

Asa

Pada Sebening air meneduhkan ku.arifkan diri. di.titik.nadi  yang ku muara  Pada lautan sepi menjenak di ruang asa Puisi: By Jannatul Zahra 18 November 2017

Balada Rintik Hujan

Aku membingkai  masa dalam pelukan senja  merangkai masa dalam detik nadi menafaskan angin yang menari bersama rintik  yang.bertanya  pada awan rintik pun  bertanya pada  pelangi. dalam syahdu  sunyi yang  menyejukkan  lyang. menjadi cerita diujung hari Puisi By Jannatul Zahra Tanggal 19 Desember 2017

Syair Jingga

Aku menjenak dalam detak nadi pada lembar- lembar ungu yang mentaburi asa yang mengkias pada syair -syair puisi jingga yang menorehkan coretan ungu bersyairkan jingga puisi : by , Jannatul Zahra 15 desember 2017

Bait Cinta Untuk Sebuah Hati

Kulukis wajahmu didaalam siluet senja yang bercerita tentang kias yang mencabar kan bait-bait hati untukmu yang menjadikan rinduku untuk dikau lelaki semesta yang mengkunkung jiwa memberi isyarat pada qalbu bahwa pemiliknya sedang ada cinta namun sampai tuhan merestui biarlah ia menjadi misteri menjadi bait -bait untuk sebuah hati yang terukir dalam nada alunan biola tua puisi : by, Jannatul Zahra Minggu, 10 desember 201718:43, Mg 10/12/2017

Puncak Rindu

Bijak Hati memuai canda  mengembunkan aksara  yang melafazhkan  asmaMu tuhan  menapaki   puncak -puncak  rahman  mencari setetes hidayah  demi meraih  mawaddahMu  untuk  sakinahnya   qalbu ini  yang jiwanya  dipenuhi rindu  dimalam  purnama   hari ketiga   bulan desember  menapaki titian  penuh  liku  mendaki puncak rindu untuk  bertemu  denganMu Puisi By Jannatul Zahra 003 Desember    2017

Ufuk Pagi

Kulukiskan pada kanvas langit berkuaskan hujan seindah lukisan nyanyian pagi seindah senyuman mentari yang bernafaskan bahagia di ufuk pagi seindah kumandang azan di beranda rumah tuhan birunya subuh telah bersama ufuk sebelum pagi datang bersama mentari Puisi By , Jannatul Zahra Kamis 30 November 2017