Pagi yang menari bersama embun Masih merinaikan rintik Cerita semalam Membagi dingin Pada mentari Membuat manusia Tetap ingin berselimut Walau fajar telah Lama pergi Puisi : By Jannatul Zahra 25 Maret 2018
Dalam jejak purnama sunyi melukis malam dalam. kesyahduan mengukir malam bernuansa rintik nampak dari jendela ditemani alunan biola tua bersama hembusan angin di malam purnama Membingkainya menjadi lagu malam yang syahdu menuju peraduan Puisi : By , Jannatul Zahra Sabtu 24 Maret 2018
membingkai warna hati pada jingga yang menghias sudut jendela fatamorgana jiwa yang melekat pada pigura sunyi yang melangitkan biru berlantai salju yang dikelilingi hembusan angin yang membuat salju menari dialam bebas seperti yang. tergambar dalam pigura sunyi Puisi : by Jannatul Zahra 22 maret 2018
kutuliskan syair hujan dari inspirasi kemarahan langit pada malam itu lewat gelegar petir yang membahana seakan sedang marah pada penduduk bumi seolah ia menangis dalam gulita membingkai cerita syahdu menjadi takut yang menghantui Ketika langit sedang marah pada malam.itu Puisi By Jannatul Zahra 19 Maret 2018
Aku menbingkai sepi dalam rinai rinai hujan yang seolah membentak bumi lewat gelegar petir yang membahana hampir membakar isinya sementara hati menyimpan gelisahnya rapat ditengah ketakutan pada mati Namun nurani mengharap cahaya ilahi ketika langit menumpahkan marahnya disaat hitam sedang menaungi Puisi By Jannatul Zahra 18 Maret 2018
Aku Menulis syair rindu pada lembar daun - daun kering membelai rindu pada kisah hati yang tertulis pada daun kering yang menarikarena tertiup angin yang menjadi alunan simphony biola alam yang menjadi nyanyian yang bercerita tentang rindu Puisi By Jannatul Zahra 15 Mare2018