Langsung ke konten utama

Postingan

Setetes KasihMu

Diantara langit biru dan tarian burung membiaskan sinaran cahaya membingkai syair syair pujian kepada Sang raja pemilik kehidupan menaburkan benih - benih syukur atas karuniaNya Menguntai doa merendakan diri di hadapan robbul izzati mengharap setetes kasihNya didalam sujud didalam dzikir dan pada setiap helaian nafas yang dihembuskan Mengharap tetesan kasihMu Di dalam kedhaifanku sebagai Makhluk Mu Pulsi By Jannatul Zahra 26 Maret 2018

Detik Petang

Detik Petang Detik demi detik Mengeja waktu Membingkai hari Mensyairkan matahari Di  ujung petang Puisi : By  Jannatul Zahra Minggu 25 Maret 2018  

Cerita Pagi

Pagi yang menari bersama embun Masih merinaikan rintik Cerita semalam Membagi dingin Pada mentari Membuat manusia Tetap ingin berselimut Walau fajar telah Lama pergi Puisi : By Jannatul Zahra 25 Maret 2018

Lagu Malam

Dalam  jejak purnama sunyi  melukis malam dalam. kesyahduan mengukir malam  bernuansa  rintik  nampak dari jendela ditemani alunan biola tua bersama hembusan angin  di malam purnama Membingkainya menjadi lagu malam  yang syahdu   menuju peraduan Puisi : By , Jannatul Zahra Sabtu  24 Maret 2018  

Pigura Sunyi

membingkai warna hati pada jingga yang menghias sudut jendela fatamorgana jiwa yang melekat pada pigura sunyi yang melangitkan biru berlantai salju yang dikelilingi hembusan angin yang membuat salju menari dialam bebas seperti yang. tergambar dalam pigura sunyi Puisi : by Jannatul Zahra 22 maret 2018

Langit Yang Marah

kutuliskan syair hujan  dari inspirasi  kemarahan langit pada  malam itu  lewat gelegar petir  yang  membahana seakan sedang marah  pada penduduk bumi  seolah ia menangis  dalam gulita membingkai cerita  syahdu   menjadi takut  yang  menghantui Ketika langit  sedang marah  pada  malam.itu Puisi  By Jannatul Zahra 19  Maret  2018    

Malam Yang Marah

Aku menbingkai sepi  dalam rinai rinai  hujan yang seolah membentak bumi lewat gelegar petir yang membahana hampir membakar isinya sementara hati menyimpan  gelisahnya rapat ditengah ketakutan   pada mati Namun nurani mengharap cahaya ilahi ketika langit   menumpahkan marahnya disaat  hitam sedang menaungi Puisi  By Jannatul Zahra 18 Maret 2018