Langsung ke konten utama

Postingan

Episode Pelangi

Aku Merindumu wahai kau lelaki semesta yang menghembuskan rindu pada palung jiwa yang menari bersama rintik hujan melukis pelangi di.langit - langit yang member warna nurani karena engkau dan aku Sepasang pelangi yang  lahir dari kemarahan langit lewat derasnya hujan dan gelegarnya petir yang membiaskan takut dihati insani Namun pelangi itu melengkuk indah seolah tersenyum memberi isyarat Dibalik sebuah kepahitan pasti akan ada.manis yang terukir Puisi By: Jannatul Zahra 03 April 2018

Pengantin Dan Purnama

Pada Sebuah Cerita di Sudut kamar sunyi Angin berhembus ditemani rintik rintik hujan yang menari di sudut - sudut nafsu hawa ketika dua insan saling membelai bibir usai ijab kabul terucap Kini cawan cawan madu bebas kita rengguk dengan keikhlasan atas nama cinta dua insan berkasih mesra dimalam bulan purnama usai akad nikah Wahai Pengantin ku izinkan aku mengecup keningmu bersandarlah didadaku Dan Jadilah pengantin ku yang pertama &,terakhirku Sampai Di akhir waktu hingga aku tak sanggup lagi melihat purnama Dan tetaplah bersamku Hingga di JannahNya Puisi By Jannatul Zahra 03 April 2018

Dia Yang Kuharalpkan

kapas putih terlukis  di birunya langit  mewakili  hati  yang sedang merah  Menutupi  noktah - noktah  hitam yang  sempat tersemat  menjadikan noktah  merah jambu  diantara harap  tali pelangiku  di balik lembaran biru  ku syairkan  kalam  kalam  indah mewakili  rasa hati  di bait - bait biru yang kutorehkan  harapan bisa  bertemu  dia  yang  Ku harapkan  dalam setiap doa dan rinduku Puisi : By Jannatul Zahra 28 Maret 2018

Safar Sunyi

Dalam sebuah safar di  tengah kesunyian dalam perjalanan  menemukan  Jati diriku  yang hilang  Entah  kemana ku harus mencari diriku hilang .Sebagai hamba tuhan entah bagaimana  iblis itu menggodaku  ia hadirkan  khayalan semu dalam otakku ia hadir kan  bayangan itu  padahal aku  sendiri  tak.menginginkannya penuh dan nafsu Dan  kini  aku tersesat dalam safarku yang kurasakan  hanya sunyi dan.sedih dan.tak kutemui lagi. shirath  yang terang  dan.kusadari  ku berada dalam safar sunyi Puisi : By Jannatul Zahra Penajam 28 Maret 2018    

Jingga Purnama

Purnama membingkai masa pada bait - bait  purnama senja berhiaskan senja dipelukan embun sore ketika langit berwarna jingga sebelum ia menjemput Purnama Puisi By Jannatul Zahra 26 Maret 2018      

Purnama Padag Pasir

Purnama bersinar terang membiaskan cahaya pada kesyahduan malam Dilangit nurani membingkai malam Menari bersama angin Di padang pasir mewakili rindu Yang tak pernah tersampaikan Di kesunyian padang pasir yang ditemani purnama yang indah menggantung Dibelai angin nan  sejuk bak   sebuah oase di tengah  gurun yang   tandus mewakili rasa  yang   tiba - tiba  datang menyapa   untuk  dia. yang   nun  jauh dimata  dan   tak pernah ia tahu  namun akupun tak juga  mengiginkanya By,Jannatul  Zahra

Setetes KasihMu

Diantara langit biru dan tarian burung membiaskan sinaran cahaya membingkai syair syair pujian kepada Sang raja pemilik kehidupan menaburkan benih - benih syukur atas karuniaNya Menguntai doa merendakan diri di hadapan robbul izzati mengharap setetes kasihNya didalam sujud didalam dzikir dan pada setiap helaian nafas yang dihembuskan Mengharap tetesan kasihMu Di dalam kedhaifanku sebagai Makhluk Mu Pulsi By Jannatul Zahra 26 Maret 2018