Langsung ke konten utama

Postingan

Rindu UntukMu

Engkau Yang kusebut rindu  menulis bianglala di sudut purnama membiaskan asa membingkai rasa pada jingga kala senja tiba sunyi menyapa membimbing nafsu hawa pada fitrah suci dalam lantunan doa di bawah sinaran purnama dalam sabar meniti cinta diujung rindu berbalut doa di sepertiga malam mengharap Kasih sayang Ilahi Karena rindu ini akan bermakna jika UntukMu saja Puisi By : Jannatul Zahra 05 April 2018

Pelanngi Cinta

Tuhan layakkah aku menjadi  seorang hamba ketika hasratku melayang membawaku pada  pelukannya walau hanya dalam bayangku saja dan maafkan aku tuhan atas hal.itu Tuhan salah kah Aku bila merindukanya walau ku tahu rinduku  ini tak kan pernah tersampaikan Dan ini.mungkin hanyalah virus merah jambu yang berpendar  lalu menghilang tapi nuraniku berkata jodoh tak,pergi ia akan datang disaat tuhan mengizinkannyq maka biarkanlah pelangi ku bercerita tentang rindu yang entah tertuju kepada siapa Karena cinta tak pernah bisa disentuh bahkan  untuk sekedar  direngkuh namun penuh warna Puisi  By Jannatul Zahra 03 April 2018

Episode Pelangi

Aku Merindumu wahai kau lelaki semesta yang menghembuskan rindu pada palung jiwa yang menari bersama rintik hujan melukis pelangi di.langit - langit yang member warna nurani karena engkau dan aku Sepasang pelangi yang  lahir dari kemarahan langit lewat derasnya hujan dan gelegarnya petir yang membiaskan takut dihati insani Namun pelangi itu melengkuk indah seolah tersenyum memberi isyarat Dibalik sebuah kepahitan pasti akan ada.manis yang terukir Puisi By: Jannatul Zahra 03 April 2018

Pengantin Dan Purnama

Pada Sebuah Cerita di Sudut kamar sunyi Angin berhembus ditemani rintik rintik hujan yang menari di sudut - sudut nafsu hawa ketika dua insan saling membelai bibir usai ijab kabul terucap Kini cawan cawan madu bebas kita rengguk dengan keikhlasan atas nama cinta dua insan berkasih mesra dimalam bulan purnama usai akad nikah Wahai Pengantin ku izinkan aku mengecup keningmu bersandarlah didadaku Dan Jadilah pengantin ku yang pertama &,terakhirku Sampai Di akhir waktu hingga aku tak sanggup lagi melihat purnama Dan tetaplah bersamku Hingga di JannahNya Puisi By Jannatul Zahra 03 April 2018

Dia Yang Kuharalpkan

kapas putih terlukis  di birunya langit  mewakili  hati  yang sedang merah  Menutupi  noktah - noktah  hitam yang  sempat tersemat  menjadikan noktah  merah jambu  diantara harap  tali pelangiku  di balik lembaran biru  ku syairkan  kalam  kalam  indah mewakili  rasa hati  di bait - bait biru yang kutorehkan  harapan bisa  bertemu  dia  yang  Ku harapkan  dalam setiap doa dan rinduku Puisi : By Jannatul Zahra 28 Maret 2018

Safar Sunyi

Dalam sebuah safar di  tengah kesunyian dalam perjalanan  menemukan  Jati diriku  yang hilang  Entah  kemana ku harus mencari diriku hilang .Sebagai hamba tuhan entah bagaimana  iblis itu menggodaku  ia hadirkan  khayalan semu dalam otakku ia hadir kan  bayangan itu  padahal aku  sendiri  tak.menginginkannya penuh dan nafsu Dan  kini  aku tersesat dalam safarku yang kurasakan  hanya sunyi dan.sedih dan.tak kutemui lagi. shirath  yang terang  dan.kusadari  ku berada dalam safar sunyi Puisi : By Jannatul Zahra Penajam 28 Maret 2018    

Jingga Purnama

Purnama membingkai masa pada bait - bait  purnama senja berhiaskan senja dipelukan embun sore ketika langit berwarna jingga sebelum ia menjemput Purnama Puisi By Jannatul Zahra 26 Maret 2018