Langsung ke konten utama

Postingan

Perjalanan Kosong

Pada Sebuah masa aku menapaki demi detik - detik menyusuri lorong waktu mencari jejak kasih sayang yang terkanvas menjadi lukisan waktu dalam bingkai masa lalu dari masa yang telah berjalan yang kosong tak memiliki makna hanya menjadi sejarah hampa yang tak memiliki cerita Sementara waktu pertanggung jawaban akan tiba Kepada sang Maha Raja Puisi By ,Jannatul Zahra Jumat, 11 Mei 2018

Lukisan Waktu II

Meniti waktu  berpayung birunya langit di sapa mentari  dan panggilan  si jantan  menapaki masa mengukir hari  melukisnya menjadi   pelangi Meniti jalan penuh onak dan duri kembali pada  keabadian  sebuah relita dan bukan fiksi walaupun nafas  masih berhembus dan jantung masih  berdetak kita akan masih terus memercikkan warna  pada kanvas kehidupan Hingga waktunya  kita akan berakhir  dan nama kita  terlukis pada bongkahan nisan 09 Mei 2018 Puisi By Jannatul Zahra 

Rindu Yang Beku

Engkau adalah nyanyian syahdu yang menjadi lagu diujung malam. yang dilatari rintik hujan dan dingin Embun yang menusuk kulit mengiringi rindu ini pada gejolak asmara yang membeku karena rindu ini tak layak untuk disampaikan Maka biarlah ia membeku bersama Embun malam ini

Kisah Sejuk DI pagi Hari

Hujan diujung pagi membingkai suasana derasnya seolah menjadi nyanyian sejuk walaupun tetesannya membasahi lembaran hijau yang menari , karena di belai angin walaupun gelegar langit turut mengiringi cerita pagi hari ini berwarna kan embun dan mendung menjadi kisah sejuk di pagi ini Puisi By, Jannatul Zahra Jumat 06 April 2018

Rindu UntukMu

Engkau Yang kusebut rindu  menulis bianglala di sudut purnama membiaskan asa membingkai rasa pada jingga kala senja tiba sunyi menyapa membimbing nafsu hawa pada fitrah suci dalam lantunan doa di bawah sinaran purnama dalam sabar meniti cinta diujung rindu berbalut doa di sepertiga malam mengharap Kasih sayang Ilahi Karena rindu ini akan bermakna jika UntukMu saja Puisi By : Jannatul Zahra 05 April 2018

Pelanngi Cinta

Tuhan layakkah aku menjadi  seorang hamba ketika hasratku melayang membawaku pada  pelukannya walau hanya dalam bayangku saja dan maafkan aku tuhan atas hal.itu Tuhan salah kah Aku bila merindukanya walau ku tahu rinduku  ini tak kan pernah tersampaikan Dan ini.mungkin hanyalah virus merah jambu yang berpendar  lalu menghilang tapi nuraniku berkata jodoh tak,pergi ia akan datang disaat tuhan mengizinkannyq maka biarkanlah pelangi ku bercerita tentang rindu yang entah tertuju kepada siapa Karena cinta tak pernah bisa disentuh bahkan  untuk sekedar  direngkuh namun penuh warna Puisi  By Jannatul Zahra 03 April 2018

Episode Pelangi

Aku Merindumu wahai kau lelaki semesta yang menghembuskan rindu pada palung jiwa yang menari bersama rintik hujan melukis pelangi di.langit - langit yang member warna nurani karena engkau dan aku Sepasang pelangi yang  lahir dari kemarahan langit lewat derasnya hujan dan gelegarnya petir yang membiaskan takut dihati insani Namun pelangi itu melengkuk indah seolah tersenyum memberi isyarat Dibalik sebuah kepahitan pasti akan ada.manis yang terukir Puisi By: Jannatul Zahra 03 April 2018