Engkau seperti lukisan Waktu yang terlukis dari percikan waktu dalamnya perjanan waktu menapak detik - detik hingga sampai di titik senja hingga sampai pada keabadian yang ternyata bukan fiksi Puisi By Jannatul Zahra 24 April 2018
Engkau adalah permata ,sahabat hati pengisi relung jiwa Disaat aku sedih engkaulah yang menghapus air mataku menguatkan ku di saat aku rapuh membelai dan mengecup kening ku dimasa kecil dahulu menemani hingga kini menapaki waktu dalam mengarungi bahtera kehidupan untuk meraih surga Terimakasih ibu sudah menemani ku. dalam mengarungi bahtera ujian hidupku yang tak mudah ini tapi engkau tetap tangguh dalam kesabaran walau meneteskan air mata terima.kasih ibu atas.pengorbanan dan Ketulusanmu untuk ku anak mu yang tak tahu diri ini tapi akan selalu mencintai mu dan.mendoakan yang terbaik untukmu didalam hatiku Puisi : By Jannatul Zahra 24 April 2018
Pada Sebuah masa aku menapaki demi detik - detik menyusuri lorong waktu mencari jejak kasih sayang yang terkanvas menjadi lukisan waktu dalam bingkai masa lalu dari masa yang telah berjalan yang kosong tak memiliki makna hanya menjadi sejarah hampa yang tak memiliki cerita Sementara waktu pertanggung jawaban akan tiba Kepada sang Maha Raja Puisi By ,Jannatul Zahra Jumat, 11 Mei 2018
Meniti waktu berpayung birunya langit di sapa mentari dan panggilan si jantan menapaki masa mengukir hari melukisnya menjadi pelangi Meniti jalan penuh onak dan duri kembali pada keabadian sebuah relita dan bukan fiksi walaupun nafas masih berhembus dan jantung masih berdetak kita akan masih terus memercikkan warna pada kanvas kehidupan Hingga waktunya kita akan berakhir dan nama kita terlukis pada bongkahan nisan 09 Mei 2018 Puisi By Jannatul Zahra
Engkau adalah nyanyian syahdu yang menjadi lagu diujung malam. yang dilatari rintik hujan dan dingin Embun yang menusuk kulit mengiringi rindu ini pada gejolak asmara yang membeku karena rindu ini tak layak untuk disampaikan Maka biarlah ia membeku bersama Embun malam ini
Hujan diujung pagi membingkai suasana derasnya seolah menjadi nyanyian sejuk walaupun tetesannya membasahi lembaran hijau yang menari , karena di belai angin walaupun gelegar langit turut mengiringi cerita pagi hari ini berwarna kan embun dan mendung menjadi kisah sejuk di pagi ini Puisi By, Jannatul Zahra Jumat 06 April 2018
Engkau Yang kusebut rindu menulis bianglala di sudut purnama membiaskan asa membingkai rasa pada jingga kala senja tiba sunyi menyapa membimbing nafsu hawa pada fitrah suci dalam lantunan doa di bawah sinaran purnama dalam sabar meniti cinta diujung rindu berbalut doa di sepertiga malam mengharap Kasih sayang Ilahi Karena rindu ini akan bermakna jika UntukMu saja Puisi By : Jannatul Zahra 05 April 2018