Langsung ke konten utama

Postingan

Rindu

untuk Engkau yang Kusebut rindu yang membias pada ujung hati menyejukkan seperti hembusan angin di .pelataran rintik hujan mensyairkan rindu yang tak.dapat dilisankan Puisi : By Jannatul Zahra 05 April 2018

Mawar Berduri Disangka Melati

Dikaulah melati sang penggores luka di hati insan mencipta pahit  dipucuk kenangan Melati anggunmu  tak nyata hanya serupa  wajah cantik  yang ternyata setan Salah sang insan tak bermata jeli sangka diri  membawa bunga melati namun ternyata  mawar berduri pencipta luka  dihati insani dan ibu suri Puisi : Jannatul Zahra 23 mel 2016

Lukisan Waktu

Engkau seperti lukisan Waktu yang terlukis dari percikan waktu dalamnya perjanan waktu menapak detik - detik hingga sampai di titik senja hingga sampai pada keabadian  yang ternyata bukan fiksi Puisi By Jannatul Zahra 24 April 2018

Terimakasih Ibu

Engkau adalah permata ,sahabat hati pengisi relung jiwa Disaat aku sedih engkaulah yang menghapus air mataku menguatkan ku di saat aku rapuh membelai dan mengecup kening ku dimasa kecil dahulu menemani hingga kini menapaki waktu dalam mengarungi  bahtera kehidupan untuk meraih surga Terimakasih ibu sudah menemani ku. dalam mengarungi bahtera ujian hidupku yang tak mudah ini tapi engkau tetap tangguh dalam kesabaran walau meneteskan air mata terima.kasih ibu atas.pengorbanan dan Ketulusanmu untuk ku anak mu yang tak tahu diri ini tapi akan selalu mencintai mu dan.mendoakan yang terbaik untukmu didalam hatiku Puisi : By Jannatul Zahra 24 April 2018

Perjalanan Kosong

Pada Sebuah masa aku menapaki demi detik - detik menyusuri lorong waktu mencari jejak kasih sayang yang terkanvas menjadi lukisan waktu dalam bingkai masa lalu dari masa yang telah berjalan yang kosong tak memiliki makna hanya menjadi sejarah hampa yang tak memiliki cerita Sementara waktu pertanggung jawaban akan tiba Kepada sang Maha Raja Puisi By ,Jannatul Zahra Jumat, 11 Mei 2018

Lukisan Waktu II

Meniti waktu  berpayung birunya langit di sapa mentari  dan panggilan  si jantan  menapaki masa mengukir hari  melukisnya menjadi   pelangi Meniti jalan penuh onak dan duri kembali pada  keabadian  sebuah relita dan bukan fiksi walaupun nafas  masih berhembus dan jantung masih  berdetak kita akan masih terus memercikkan warna  pada kanvas kehidupan Hingga waktunya  kita akan berakhir  dan nama kita  terlukis pada bongkahan nisan 09 Mei 2018 Puisi By Jannatul Zahra 

Rindu Yang Beku

Engkau adalah nyanyian syahdu yang menjadi lagu diujung malam. yang dilatari rintik hujan dan dingin Embun yang menusuk kulit mengiringi rindu ini pada gejolak asmara yang membeku karena rindu ini tak layak untuk disampaikan Maka biarlah ia membeku bersama Embun malam ini