Langsung ke konten utama

Postingan

Kertas Kosong

Pada Malam ," kosong menulis Sejuta syair-syair mewakiil mati namun sebenarnya hidup tetapi kosong walau bernafas bagai sebuah patung hidup yang pandai bersyair menceritakan hidup yang kosong bagai selembar kertas kosong tanpa jejak coretan nampak indah Namun sebenarnya  Tak berguna Puisi: By, Jannatul Zahra 30 Juni 2018

Perempuan Hening

Wahai Engkau  perempuan sunyi  membaitkan sunyi  menjadi sepotong cerita dalam malam ber bingkai gulita ditemani  tetesan embun yang menjadi sahabat dalam  hening Puisi By  Jannatul Zahra 30 Juni 2018

Cerita Kejora

Wahai Kau kejora jiwa melukiskan malam lewat bait - bait hiperbola menjadi puisi yang mewakili rindu yang tak dapat disampaikan karena bibir yang membeku By Jannatul Zahra 30 Juni 2018

Rindu

untuk Engkau yang Kusebut rindu yang membias pada ujung hati menyejukkan seperti hembusan angin di .pelataran rintik hujan mensyairkan rindu yang tak.dapat dilisankan Puisi : By Jannatul Zahra 05 April 2018

Mawar Berduri Disangka Melati

Dikaulah melati sang penggores luka di hati insan mencipta pahit  dipucuk kenangan Melati anggunmu  tak nyata hanya serupa  wajah cantik  yang ternyata setan Salah sang insan tak bermata jeli sangka diri  membawa bunga melati namun ternyata  mawar berduri pencipta luka  dihati insani dan ibu suri Puisi : Jannatul Zahra 23 mel 2016

Lukisan Waktu

Engkau seperti lukisan Waktu yang terlukis dari percikan waktu dalamnya perjanan waktu menapak detik - detik hingga sampai di titik senja hingga sampai pada keabadian  yang ternyata bukan fiksi Puisi By Jannatul Zahra 24 April 2018

Terimakasih Ibu

Engkau adalah permata ,sahabat hati pengisi relung jiwa Disaat aku sedih engkaulah yang menghapus air mataku menguatkan ku di saat aku rapuh membelai dan mengecup kening ku dimasa kecil dahulu menemani hingga kini menapaki waktu dalam mengarungi  bahtera kehidupan untuk meraih surga Terimakasih ibu sudah menemani ku. dalam mengarungi bahtera ujian hidupku yang tak mudah ini tapi engkau tetap tangguh dalam kesabaran walau meneteskan air mata terima.kasih ibu atas.pengorbanan dan Ketulusanmu untuk ku anak mu yang tak tahu diri ini tapi akan selalu mencintai mu dan.mendoakan yang terbaik untukmu didalam hatiku Puisi : By Jannatul Zahra 24 April 2018