Aku bernafas dalam sunyi menjejak dalam pekat Untuk memenuhi dahaga rinduku yang haus akan Kasih sayangMu mensusuri Jalan Terang menuju cahaya Ilahi walau harus tertatih demi Setetes RahmatMu By : Jannatul Zahra
Santun Menari purnama jati membingkai Sukma .Menari bersama kerlipan bintang menciptakan kesyahduan melody di penghujung malam meniti waktu dalam pekat menanti datangnya fajar di iringi melody yang bisu di ruang hitam berhiaskan Purnama yang menggantung ditemani pendaran bintang Puisi, By Jannatul Zahra 07 July 2018
Aku bertanya pada serunai senja dengan bahasa qalbu membingkai cerita di sudut kehidupan melafazhkan rindu untuk menjadi khoiru umah yang rindu pada khusnul khatimah untuk bisa bertemu Rabb dan mendapatkan syafaat dari Rasulullah. Dalam renungan senja itu terbersit rasa Untuk Kembali pada jalan ilahi meniti jalan lurus diiringi rindu dan sejuta harap agar dapat hidup bersama ilahi By Jannatul Zahra 07 Juli 2018
Engkau adalah Purnama disudut jiwa membelai hati yang sunyi yang disapa. rintik - rintk. yang menyapa senja yang memerah berbalut salju yang membeku Di Bianglala senja yang syahdu mewarnai sukma di sudut malam yang mencumbu jenggala di ujung sunyi.. Puisi by Jannatul Zahra 07 Juli 2018
Aku membelai masa merangkai jejak yang baru walau aku tertatih dan godaan Datang menghampiri terlalu banyak masa hitam ku lewati ingin kutapaki jejak yang baru menghapus hitam yang melekat dalam hidupku Dan memulai lembaran baru Sebelum nafas ku sampai di kerokonganku dan sebelum habis masaku ingin ku kembali dalam fitrah suci menjemput CintaMu Robbi Meniti jalan dalam tobat yang sebenarnya Meraih Rahmat Mu ilahi robby By,Jannatul Zahra 02 July 2018
Wahai Kau kiasan jiwa yang mewarnai sudut -sudut rasa melafazkan yang menjenak di ruang hat i Yang bersahabatkan deraian hujan yang menafaskan rindu pada pelangi yang membelai asa di pelupuk mata ketika terbit menjelang dan langit menjadi biru sempurna ketika derai perlahan menjadi rintik seikat rindu pun hadir di ujung hati Puisi By, Jannatul Zahra 01 July 2018
Pada Malam ," kosong menulis Sejuta syair-syair mewakiil mati namun sebenarnya hidup tetapi kosong walau bernafas bagai sebuah patung hidup yang pandai bersyair menceritakan hidup yang kosong bagai selembar kertas kosong tanpa jejak coretan nampak indah Namun sebenarnya Tak berguna Puisi: By, Jannatul Zahra 30 Juni 2018