Langsung ke konten utama

Postingan

Tirai Sunyi

Dalam derai Dibalik tirai Melafazhkan kidung kasih Di ujung lembayung Dibalik tirai sunyi Menghitung hening demi hening Bersahabat dengan sang waktu Merona senja di ujung sore Menyambut sunyi yang akan berderai di balik tirai Puisi : Jannatul Zahra Jumat 14 September 2018

Sepengggal Cerita Pilu

Karena engkau adalah pelangi Di langit hatiku Yang memberi Sedikit sinaran Pada qalbuku Pekat karena dosa dan luka Yang berpadu nMelahirkan gelisah Yang kadang membuatku Terpaku dan membuat pilu Dan mengundang gerimis Dimata Sebuah perjalanan waktu Yang menjadi sepenggal Cerita dan sejarah Pada masa hadapan Di saksikan Purnama Puisi by, Jannatul Zahra  Kamis , 13 September 2018   

Pengakuan

Aku merenda hati Merajut jiwa Yang terkoyak Dosa – dosa Dimasa kelamku Ingin ku kembali Ke jalanMu Wahai pemilik hidupku Merajut.kembali masa Depanku di jalan hijrah Membuka hati Untuk yang pernah Melukai Walau sulit untuk dilakoni Dan inilah aku Yang tergoda hasrat Manusiawi Kala sunyi dan sendiri Menemani Mengalahkan akal dan hati Yang selalu ingin Berdzikir kepada illahi Karena nafsu yang selalu Merajai Sementara urat nadi pun Merasakan hampa Dan hati terasa kering Bagai di sapa kemarau Menjadi terkoyak Karena dosa menggunung Mulai dari bibir tergoda Untuk berghibah Dan hati yang Lalai akan perintahMu Dan pengakuan Tidak akan mampu menghapusnya Karena AmpunanMulah Yang mampu Menghapusnya Puisi By, Jannatul Zahra Kamis 13 September 2018

Gejolak Rindu

bagai purnama Di sudut malam Yang menyepi tanpa Gemintang Hanya menapaki malam Sendiri Ditemani hembusan Memberi sepoiann Angin yang membuatku Ingin memelukmu Dengan asaku Yang merajai sukma Bergejolak ingin melepaskan Rindu seraya menggoda bibirmu Dalam dekapan hangat di saat cinta Suci sudah terikat oleh akad Puisi By, : Jannatul Zahra 12-13 September 2018

Hatiku

Padamu hatiku Segumpal daging Yang menentukan diriku Tempat bermuaranya Salah dan benarku Tempat bermuaranya Kebaikanku Dan bermuara nya dosaku Wahai kau hati Wahai kau qalbu Penyuluh jiwa Tempat sang maha kasih Menitip Rahmah Dan hidayah Untuk HambaNya Wahai Kau hatiku Tempat bermuaranya Pahala dan dosa Jadilah Kau qalbun salim Dan kembalilah Pada fitrah suci Walau musuh abadi Tak letih berusaha Untuk mensesati Tapi tetaplah Ingat pada ilahi robbi Karena ia adalah Pemilik qalbu sejati Qalbu nan suci Akan selalu Menuntun para hamba Allah Menuju jalan Mengetuk pintu Firdausi Puisi : By, Jannatul Zahra 12 September 2018

Lukisan Pagi

Aku bagaikan tetesan embun Yang menghiasi jendela Dipagi itu Melukiskan hari nan elok Menyejukkan sukma Memulakan hari dengan Lafazh basmalah Lalu mengepak Meninggalkan waktu Yang lalu Dan kembali Melukiskan hari Hari yang baru dan Membingkainya Dalam pigura waktu. Dan merobek masa lalu Menjadi sebuah puzzle Yang menjadi saksi yang Zahir di bawah Sinaran mentari Puisi : By Jannatul Zahra 12 September 2018

Puisi Malam

Aku menulis pada Lembar pekat Berpena embun Mengarak sunyi Menjadi sebait Cerita yang mengisi Ruang ,akal,hati Sekedar untuk mengusir Syahwat yang datang Menghampiri Kala sendiri Merangkai gejolak itu Lantunan puisi Yang menemani Puisi By Jannatul Zahra 10 -11 September 2018