Langsung ke konten utama

Postingan

Syair Rindu Diawal Pagi

Kusapa engkau di pelataran pagi menari bersama mentari membelai sukma melafazhkan rindu membingkai cinta menjadi cerita dari dari kuntum kuntum kasih yang bersemi di ujung hati menghilangkan lara jiwa ketika melepaskan rindu yang dilafazhkan menjadi syair yang indah yang menwarnai pagi Puisi : By,Jannatul Zahra Penajam 10 oktober 2018

Sebuah Cerita Luka Diawal Pagi

Kemala dibatas subuh terwarna jingga sang langit melafazhkan keindahan berbalut embun melukis jejak pagi aku dan engkau bagai sebuah cerita tiada akhir walau kadang aku akhirnya terluka dan kubalut sendiri dengan syair syair indah agar tak ada tahu bahwa aku luka kini kujejakan luka menjadi bait pada syairku kala pagi mengingatku pada goresan luka hatiku karena dirimu dimasa kecil dahulu Hingga menjadi luka abadi hingga kini Puisi By Jannatul Zahea Penajam 10 Oktober 2018

Pelanngi Rasa

Merona pelangi mewarnai kisah di perjalanan Mengukir cerita melukiskan sukma mensyairkan jiwa Membiaskan kasih mewarnai rasa melahirkan asa Puisi : By Jannatul Zahra Penajam Paser Utara,  09 Oktober 2018 Kalimantan Timur

PelanngRasa

Merona pelangi mewarnai kisah di perjalanan Mengukir cerita melukiskan sukma mensyairkan jiwa Membiaskan kasih mewarnai rasa melahirkan asa Puisi : By Jannatul Zahra Penajam Paser Utara,  09 Oktober 2018 Kalimantan Timur

Jemari Di tirai Sunyi

Kita dan Kita  bagai dua garis  Di pelataran Membingkai syahdu purnama mengkias kasih Merona jemari senja menyambut malam  disudut tirai  sunyi yang tak bergema Puisi By Jannatul Zahra 09 Oktober 2018

Maafkan Kami Ya Rabb

Sore itu seolah adalah hari terakhir dikota pada saat itu jalan terbelah menjadi dua Seolah kiamat akan segera tiba bumi , pantai , dan lumpur berguncang . senja yang indah itu berubah jadi bencana Maafkan kami ya rabb mungkin ada dosa kami lakukan bumi berguncang tsunami datang meluluhtakkan seolah kematian akan datang maafkan kami ya rabb ini adalah ujian dari Mu Mungkin ada maksiat besar yang kami lakukan sehingga murkamu datang menghampiri lumpur dan air menenggelamkan sebagian ciptaaMu Likuifaksi seolah dongeng yang menjadi nyata bahwa rumah - rumah bisa di telan bumi Maafkan kami ya rabb pesta yang diadakan kala senja ternyata membawa bencana dan menghilangkan ribuan nyawa maafkan kami ya rabb karena satu dosa ribuan anak kehilangan ibu dan ayah melahirkan gerimis dimata orang - orang yang kehilangan sanak saudara, anak dan istri entah dimana Dosa apakah kami ya rabb? Dan Mohon maafkan Kami ya rabb dan izinkan Kami bertobat sebelum terlambat Puisi , By Jannatul Zahra ...

Senyum Yang Di Renggut Oleh Tsunami

Pada Sunyi hati yang  berderai melukis asa di  rintik hujan menari bersama tetesan embun yang  membuat ku rindu akan senyumnya  dan  tawa yang  dulu  ada kini seolah lenyap ikut tenggelam kala  itu kini  ia bagai  patung hidup    Seolah senyumnya direnggut oleh tsunami Puisi  By Jannatul Zahra 07 Okt 2018