Langsung ke konten utama

Postingan

Syair Lukaku

Aku menghela di ujung nafas ditemani tetesan embun dan gerimis menemani sunyi di pagi ku mengisi lorong-lorong sempit.pada qalbuku yang terdiam bagai patung hidup karena orang tak.tahu bagaimana lukaku terhampar di pematang jiwa dari benih luka yang tertabur sekian lama kelu untuk disampaikan hanya bisa di syair kan lewat kias -kias nan indah menyamar kan luka yang mengisi lorong sempit itu Putri By Jannatul Zahra 17 November 2018

Syair Lukaku

Aku menghela di ujung nafas ditemani tetesan embun dan gerimis menemani sunyi di pagi ku mengisi lorong-lorong sempit.pada qalbuku yang terdiam bagai patung hidup karena orang tak.tahu bagaimana lukaku terhampar di pematang jiwa dari benih luka yang tertabur sekian lama kelu untuk disampaikan hanya bisa di syair kan lewat kias -kias nan indah menyamar kan luka yang mengisi lorong sempit itu Putri By Jannatul Zahra 17 November 2018

Virus Merah Jambu Sebentar Saja

Bayanganmu adalah lukisan jiwaku ,ketika noda merah jambu menggores hatiku saat memandang mu dari layar ponsel ku walau hanya gambar mu dari ruang facebook sang merah jambu kembali tiba diruang asa hadir kan khayalan semu belaka Aku tak tahu apakah ini cinta? atau hanya sebuah rasa yang singgah sesaat seperti yangsudah-sudah  virus merah jambu sebentar saja lalu hilang dengan sendirinya bagai di tiup angin tanpa jejak dan hanya menjadi sajak diatas kertas karena menahan rasa karena ku yakin jodoh tak kemana Puisi : By Jannatul Zahra 30-31 oktober 2018

Walau Hanya Bagai Setetes Embun

Engkau. Bagai Embun di sudut senja dalam  sendiriku kini aku menanti. tetesan hidayah Mu wahai sang maha pengasih meniti jalan  menemukan Cinta Mu agar tetap indah cerita hidupku yang  penuh deru dan liku Yang  akhirnya membuatku Rapuh  dan  akhirnya jauh darimu . Wahai Rabb Ku Bimbinglah  hambaMu yang  dhaif ini menemukan jalan menuju CintaMu meraih seteguk hidayah Mu walau hanya  bagai setetes embun di tengah  senja Puisi By Jannatul Zahra  Penajam , 15  Oktober 2018

Plus Minus Media Sosial

Ini adalah   Tulisan  Blog lama   yang Sudah  dihapus tapi kemudian  di terbit kan dan sekarang Blog itu sedang  di sembunyikan  dan belum dipakai lagi. Zaman Sekarang siapa sih  diantara  kita  yang  tidak kenal wa, facebook,telegram ,instagram ,twitter bbm dan lain - lain  dengan semakin berkembang  zaman  pasti  kalian  para  anak zaman  now ,memiliki salah satu media sosial yang terdapat diatas atau bahkan semuanya  ada  ,di zaman  sekarang  memiliki sosial adalah hal fitrah , karena banyak positif yang dimiliki salah satunya  Memiliki Banyak teman  baru   Mendekat kan yang jauh menjadi terasa dekat  Bisa bertemu  lagi  dengan kawan lama sarana bisnis   tempat mengeksperikan  diri Dampak  Negatif Bisa  menjauh kan yang dekat,dan  merusak hubungan  antar keluarga,karena tidak sedikit  ...

Piano Merindu

nya seolah menjadi nan syahdu pada biorama hatiku Menjadi dentingan piano usang disudut gedung tua berhiaskan dedaunan kering Ibarat langit yang merindukan hadirnya senja dan menanti datangnya purnama Dan Akulah piano yang merindukan akan hadir nya dirimu dan berdenting ditengah sendri Merindukan kan mu pianisku Agar Engkau dan Aku kita bisa berpadu mendendangkan lagu cinta untuk melepaskan rindu Disaksi kan gerimis nan syahdu Puisi By Jannatul Zahra0 Penajam 11 oktobler 2018 ,

Lukisan Cinta

Engkau adalah lukisan hujan yang  mewarnai indah hari ku membiaskan indahnya  kecupan hati ketika kita Saling melepaskan panah asmara merona jiwa dilatari  nyanyian gerimis  yang menghias syahdu lukisan cinta menjelang Sore