Langsung ke konten utama

Postingan

Bara

embun menyapa senja menemani ku pada sunyi asa mengeja hati hilang lah asa hilang lah kasih hilang lah cinta yang menguap menjadi bara pada si kain hitam .Bara  yang di lahir kan puluhan tahun berlalu sudah yang menjadi bara bara bara . dari goresan luka masa lalu ketika tubuh ku lebih kecil dari kursi ruang tamu ketika ku tahu penampilan berubah kukira lidah mu  turut serta namun semua nyata kamuflase sebuah alibi semata ada si pahit lidah dibalik kain yang kau sandar kan Untuk menutupi elok wajahmu namun sayang lidah mu ternyata berbisa sehingga memercikkan kembali bara itu .bara yang dipercikkan dari luka masa kecilku Penajam 11 Januari 2019 Puisi By Jannatul Zahra

Kidung Rindu

Cintaku Menari bersama bintang Di langit purnama jingga mensyahdukan qalbu yang menggenggam rindu dalam kebisuan hanya tersembunyi dalam kidung sunyi puisi hati yang menjadi penawar rindu yang merindukan hadirnya rahmat dalam cinta pada akad suci atas restu ilahi Puisi : By Jannatul Zahra 15 Desember 2018

Kidung Sunyi Kisah Masa Lalu

Aku menepi di sudut purnama melukis dengan air mata sepenggal kisah luka di masa kecil ku menepi di sudut peraduan pekat ditemani gerimis yang menjadi Melodi di malam itu seolah menjadi kidung sunyi menoreh kan kembali cerita pilu di masa lalu ketika melihat tingkah anak Kecil itu Puisi : Jannatul Zahra 14 Desember 2018

Nyanyian Malam

Hujan mengguyur malam,merintikan kisah membasahi gulita mensejukan Hujan mengguyur malam,merintikan kisah membasahi gulita mensejukan pekat nan sunyi disaat semua makhlukNya berlayar ke alam mimpi hujan berderai menemani pelayaran rintik nan syahdu menyejukan qalbu menjadi shimponi dalam sunyi yang berdetak seperti piano di ujung malam Puisi By, Jannatul Zahra Penajam, Minggu18 November 2018 Hujan mengguyur malam,merintikan kisah membasahi gulita mensejukan pekat nan sunyi disaat semua makhlukNya berlayar ke alam mimpi  hujan berderai menemani pelayaran rintik nan syahdu menyejukan qalbu menjadi shimponi dalam sunyi yang berdetak seperti piano di ujung malan Puisi By, Jannatul Zahra Penajam, Minggu18 November 2018

Syair Lukaku

Aku menghela di ujung nafas ditemani tetesan embun dan gerimis menemani sunyi di pagi ku mengisi lorong-lorong sempit.pada qalbuku yang terdiam bagai patung hidup karena orang tak.tahu bagaimana lukaku terhampar di pematang jiwa dari benih luka yang tertabur sekian lama kelu untuk disampaikan hanya bisa di syair kan lewat kias -kias nan indah menyamar kan luka yang mengisi lorong sempit itu Putri By Jannatul Zahra 17 November 2018

Syair Lukaku

Aku menghela di ujung nafas ditemani tetesan embun dan gerimis menemani sunyi di pagi ku mengisi lorong-lorong sempit.pada qalbuku yang terdiam bagai patung hidup karena orang tak.tahu bagaimana lukaku terhampar di pematang jiwa dari benih luka yang tertabur sekian lama kelu untuk disampaikan hanya bisa di syair kan lewat kias -kias nan indah menyamar kan luka yang mengisi lorong sempit itu Putri By Jannatul Zahra 17 November 2018

Virus Merah Jambu Sebentar Saja

Bayanganmu adalah lukisan jiwaku ,ketika noda merah jambu menggores hatiku saat memandang mu dari layar ponsel ku walau hanya gambar mu dari ruang facebook sang merah jambu kembali tiba diruang asa hadir kan khayalan semu belaka Aku tak tahu apakah ini cinta? atau hanya sebuah rasa yang singgah sesaat seperti yangsudah-sudah  virus merah jambu sebentar saja lalu hilang dengan sendirinya bagai di tiup angin tanpa jejak dan hanya menjadi sajak diatas kertas karena menahan rasa karena ku yakin jodoh tak kemana Puisi : By Jannatul Zahra 30-31 oktober 2018