Langsung ke konten utama

Postingan

Purnama & Rindu

Purnama menari membiaskan hati merayu malam di sudut loka melafazhkan syair menutup sunyi menghapus rindu hingga hati yang terbiaskan purnama tak lagi di kelilingi lembaran geliisah dirayu virus merah jambu yang membuat rindu akan hadir nya akan pujaan hati 06 Februari 2019 Puisi by Jannatul Zahra

Mengejar Pelangi

Engkau bagai jingga menghias asa membingkai rindu diruang jiwa ditemani senandung religi menemani ku bersama peka menari bersama kepikiran hati yang membuatkuv ingin berlari mengejar pelangi bersama anyelirku menghapus pekat hati dan goresan lukaku yang mendang gerimis pada kelopak mata cukuplah menjadi hujan badai yang melahirkan kan pelangi setelahnya Puisi by Jannatul Zahra kamar pink Ku gn seteleng Penajam Paser Utara 201ppp

Bara

embun menyapa senja menemani ku pada sunyi asa mengeja hati hilang lah asa hilang lah kasih hilang lah cinta yang menguap menjadi bara pada si kain hitam .Bara  yang di lahir kan puluhan tahun berlalu sudah yang menjadi bara bara bara . dari goresan luka masa lalu ketika tubuh ku lebih kecil dari kursi ruang tamu ketika ku tahu penampilan berubah kukira lidah mu  turut serta namun semua nyata kamuflase sebuah alibi semata ada si pahit lidah dibalik kain yang kau sandar kan Untuk menutupi elok wajahmu namun sayang lidah mu ternyata berbisa sehingga memercikkan kembali bara itu .bara yang dipercikkan dari luka masa kecilku Penajam 11 Januari 2019 Puisi By Jannatul Zahra

Kidung Rindu

Cintaku Menari bersama bintang Di langit purnama jingga mensyahdukan qalbu yang menggenggam rindu dalam kebisuan hanya tersembunyi dalam kidung sunyi puisi hati yang menjadi penawar rindu yang merindukan hadirnya rahmat dalam cinta pada akad suci atas restu ilahi Puisi : By Jannatul Zahra 15 Desember 2018

Kidung Sunyi Kisah Masa Lalu

Aku menepi di sudut purnama melukis dengan air mata sepenggal kisah luka di masa kecil ku menepi di sudut peraduan pekat ditemani gerimis yang menjadi Melodi di malam itu seolah menjadi kidung sunyi menoreh kan kembali cerita pilu di masa lalu ketika melihat tingkah anak Kecil itu Puisi : Jannatul Zahra 14 Desember 2018

Nyanyian Malam

Hujan mengguyur malam,merintikan kisah membasahi gulita mensejukan Hujan mengguyur malam,merintikan kisah membasahi gulita mensejukan pekat nan sunyi disaat semua makhlukNya berlayar ke alam mimpi hujan berderai menemani pelayaran rintik nan syahdu menyejukan qalbu menjadi shimponi dalam sunyi yang berdetak seperti piano di ujung malam Puisi By, Jannatul Zahra Penajam, Minggu18 November 2018 Hujan mengguyur malam,merintikan kisah membasahi gulita mensejukan pekat nan sunyi disaat semua makhlukNya berlayar ke alam mimpi  hujan berderai menemani pelayaran rintik nan syahdu menyejukan qalbu menjadi shimponi dalam sunyi yang berdetak seperti piano di ujung malan Puisi By, Jannatul Zahra Penajam, Minggu18 November 2018

Syair Lukaku

Aku menghela di ujung nafas ditemani tetesan embun dan gerimis menemani sunyi di pagi ku mengisi lorong-lorong sempit.pada qalbuku yang terdiam bagai patung hidup karena orang tak.tahu bagaimana lukaku terhampar di pematang jiwa dari benih luka yang tertabur sekian lama kelu untuk disampaikan hanya bisa di syair kan lewat kias -kias nan indah menyamar kan luka yang mengisi lorong sempit itu Putri By Jannatul Zahra 17 November 2018