Langsung ke konten utama

Postingan

Cerita Qalbu

Pada Purnama  yang menyinari  Qalbu ditemaram sunyi Merenda kesunyia menjadi sahabat  Melahirkan syair nan syahdu Agar imajinasi tak liar  dan  mengotori  Qalbu Wahai purnama kelabu Kenapa ada bayangnya  Di hatiku sementara Ia bukanlah miliku Wahai   penggengam jiwaku Sucikanlah hatiku Dari rasa suka yang Haram ini dan  juga dari kejahatan   Syahwatku  karena   Engkaulah yang tahu  Siapa aku  Puisi. By Jannatul Zahra 07 November 2019

Menulis,

Menulis  Menulis adalah sarana & solusi walau tak selalu menjadi jalan keluar dari suatu yang sedang kita hadapi dengan menulis mampu  Melegakan hati dan pikiran yang sedang mumet, dan menjauhkan diri dari aktivitas yang tidak bermanfaat , seperti bermain game dan pengalihan. dari candu media. sosial yang aku alami yang membuatku Jenuh secara fisik.& bathin yang tidak bisa aku ungkapkan lewat kata-kata, game & facebook dan game adalah caraku melupakan apa yang aku rasakan, sejak  beranjak remaja, aku. mulai. rajin. menulis diary dan binderku, lewat diary aku mencurahkan apa yang sedang aku rasakan & binderku kujadikan tempat menulis puisi  Dan ketika aku memiliki sebuah blog aku  rajin menulis di blog melalui blackberry pada saat itu, tapi ketika aku memiliki android aku sudah jarang melakukan aktivitas tersebut karena ketika ada ide aku langsung menuliskan di android  bahkan binderku rusak beberapa hari yang lalu dan aku menulis...

Bukan Untukku

Pucuk pucuk asa mekar Disudut hati Menorehkan kembali Gairah hidup Yang hampir layu Menjadi daun kering Ketika Cinta yang diangankan Hanya butiran debu yang hilang Tertiup angin Ketika yang di harap untuk Dimiliki Ternyata milik Orang lain Bersumpah setia atas NamaNya Untunglah rasa ini kusimpan Dalam bejana , bernama Qalbu sehingga ia pun Tak tahu Ketika Cinta ku tak sampai Tak ada rasa kecewa Yang harus kutabur Karena ia memang bukan Untuku Dan aku pun memang tak Menginginkannya By Jannatul Zahra 30 Oktober 2019

Jingga

Engkau  bagai pucuk -pucuk  Pelangi diujung jiwa Melukis  hati Mewarnai qalbu  Melukis asa pada  Pelangi Menjadi Bait -bait     Nan indah Seindahb senja Yang. berwarna . Jingga By Jannatul Zahra 01  Oktober 2019

Permohonan

Pelangi disudut purnama Memberi warna Di ruang pekat Melukis kata Lewat Syair -syair Lail Yang bait – baitnya Berasal dari Kegelisahan jiwa seorang hamba. Karena setitik noda Maaf kan hambaMu. Ini Ya Rabb Seorang hamba Yang fakir Ilmu Pelangi disudut purnama barhiaskan Miliaran bintang Diatas sana Mengeja hati Yang merindu Akan cahaya. Yang memberi terang Di ruang qalbu Ya Rabb berilah Hamba setitik Cahaya Yang lebih. Indah Dari pelangi dan Purnama Untuk menerangi Hatiku yang Yang hitam Karena limpahan Dosa yang hamba Buah dari Apa yang hamba Lakukan Selama ini Lahirkan Gelisah yang Membuat nelangsa Ya rabb. Kayakan Hamba dengan ilmuMu Yang amat luas Yang melebihi Luasnya langit dan bumi dan Samudera di laut lepas Ilmu yang membuat ku Kembali bersujud PadaMu Dan tak akan jauh dariMU Puisi : by. Jannatul Zahra 19- 20 September 2019

Fatamorgana

Engkau  Bagai pucuk -pucuk Anyelir di taman jiwa Harum mekar mewangi Hiasan qolbu Merenda jari -jemari  Melukis Impian  Di fatamorgana Nan sejuk sangat    Dipandang mata Ternyata hanya   Ilusi   Karena  ternyata  Tertipu fatamorgana Yang  nampak  Indah karena   Berhias bunga dunia Puisi  By  Jannatul Zahra 19 September 2019

KasihMu

Pucuk Purnama jingga. Membias. di ujung loka Menbingkai waktu di sudut hati Merangkai asa Di indahnya jingga Syahdunya suasana subuh Suburkan jiwa yang layu dengan doa qalbu dari jiwa yang hampa Yang merindu surga mengharap Setetes kasih sayang RabbNya Puisi by Jannatul Zahra Rabu, 18 September 2019