Langsung ke konten utama

Postingan

Ukiran Rindu

Mewangi bunga Pada selaksa Menjejak pada seribu Ilusi pada ukiran fatamorgana Pada jejak nurani Mengukir musim Merenda senja Pada jelujur angin Pada kemarau yang melmar Hujan Yang berdesir membelai Rindu Mengukir kisah di diary jiwa Hingga musim berganti masa Tentang rindu yang terukir Di relung qalbu 2019 2020 By Jannatul Zahra

Detak Hati Seorang Hamba

Detak rindu  Merinai  senja Pada nyanyian  hujan.  Yang berdesir   Melukis kalbu   pada  setiap  Rintiknya Kutitipkan  doa  Dari sudut hati  seorang  Hamba  yang meindu. Pada  Rabb-Nya Hamba  yang  hati nya  Berdetak memanggil   Untuk kembali  Pada Nya Di kungkung.  Gelisah.  Karena tenggelam  dalam lautan  Dosa Namun tak dapat 

Keringat & Senja

Ranum Senja Dibalut gerimis Tetes demi tetes Menjadi nada Yang mengantar Senja menuju pekat Yang membiasakan asa Merajut letih sang jiwa Yang berpayah meneteskan Keringat . Berbalut kesedihan dan kesengsaraan Hingga senja itu tiba Dan membawa tetesan Keringat itu Berubah menjadi rupiah Walau hanya selembar saja Puisi By Jannatul Zahra

Resah

Mengukir musim Di telaga jiwa Memetik masa Mengurai luka Melafazkan Detik. – detik hampa Hingga kini musim berganti Dan almanak tua Telah mati Aku merintih Dalam nurani Dikungkung gelisah Hatiku  Resah Karena rindu Bersujud pada ilahi Deras hujan tak Mampu hapus kan gelisah ku Namun kutitipkan doa pada Derasnya air langit Agar bisa kutemukan Jalan ku untuk kembali padaNyA Karena hijrah yang sesungguhnya Hanyalah Untuk Nya Puisi By Jannatul Zahra 11 Januari 2020

Rindu

Pucuk hati mekar ketika ia merindu Pada. Wajah pelangi Memberi kesejukuan Pada bunga yang hampir layu Terkukung. Rindu Melukis cinta ,menbingkai kasih Hingga cinta ini menemukan Tulang rusuknya Yang masih menjadi misteri Hingga waktu membuka Tabirnya Dan kutitip rinduku Ini pada Mu Hingga Kau Pertemukan aku Dengan dia yang Menjadi takdirku Dan izinkanku Menjemput RidhaMu Hingga sang waktu. Mengobati. Rindu ini Puisi By Jannatul Zahra 08 November 2019

Cerita Qalbu

Pada Purnama  yang menyinari  Qalbu ditemaram sunyi Merenda kesunyia menjadi sahabat  Melahirkan syair nan syahdu Agar imajinasi tak liar  dan  mengotori  Qalbu Wahai purnama kelabu Kenapa ada bayangnya  Di hatiku sementara Ia bukanlah miliku Wahai   penggengam jiwaku Sucikanlah hatiku Dari rasa suka yang Haram ini dan  juga dari kejahatan   Syahwatku  karena   Engkaulah yang tahu  Siapa aku  Puisi. By Jannatul Zahra 07 November 2019

Menulis,

Menulis  Menulis adalah sarana & solusi walau tak selalu menjadi jalan keluar dari suatu yang sedang kita hadapi dengan menulis mampu  Melegakan hati dan pikiran yang sedang mumet, dan menjauhkan diri dari aktivitas yang tidak bermanfaat , seperti bermain game dan pengalihan. dari candu media. sosial yang aku alami yang membuatku Jenuh secara fisik.& bathin yang tidak bisa aku ungkapkan lewat kata-kata, game & facebook dan game adalah caraku melupakan apa yang aku rasakan, sejak  beranjak remaja, aku. mulai. rajin. menulis diary dan binderku, lewat diary aku mencurahkan apa yang sedang aku rasakan & binderku kujadikan tempat menulis puisi  Dan ketika aku memiliki sebuah blog aku  rajin menulis di blog melalui blackberry pada saat itu, tapi ketika aku memiliki android aku sudah jarang melakukan aktivitas tersebut karena ketika ada ide aku langsung menuliskan di android  bahkan binderku rusak beberapa hari yang lalu dan aku menulis...