Langsung ke konten utama

Postingan

Semusim Waktu

Semusim waktu Melukis jarak bersama Merangkai asa dalam jiwa Semusim waktu merangkai masa Dalam seutas perjalanan Membingkai cerita seindah pelangi Menghitung usia rana jiwa membayangkan akan  Pedihnya siksa neraka Akibat tak bersujud Dan memohon ampunan Pada sang Ilah Puisi by, Jannatul Zahra Penajam, Selasa 03 Maret 2020

Lukisan Jiwa

Pucuk pelangi Melukis jiwa Melafazkan Angan Menjadi bait yang indah yang terukir di dinding linimasa Hingga musim berganti Dan ia menjadi sejarah Dalam sebuah relief Yang bercerita yang Terukir didinding jiwa Puisi by Jannatul Zahra Senin 2 Maret 2020

Kisah Senja

Merangkai di kisah pelukan hujan melantunkan Rindu  melafazhkan  cinta Dalam  lembaran senja Melukis kan  rasa pada Pelangi Merajut masa Dipenghujung mimpi Hingga senja berlalu Dan kini  telah  kembali Pada realita Kamis  Puisi by  Jannatul Zahra    

PelangiDi Pelukan Hujan

Engkau bagai  pelangi  di pelukan  hujan Melafazkan rindu  Pada lentera sunyi  Menapaki masa Mengukir kisah Membalut luka   Dengan senyuman Menjadi kuat dalam diam Tanpa harus umbar emosi  Yang membakar amalan Pucuk kisah ini  Akan terukir indah Jika  tertanam  sabar  di jiwa  Cukuplah kisah ini  menjadi   Puisi qalbu  seindah pelangi .  Dipelukan hujan Puisi By,  Jannatul Zahra Kamis, 27 februari 2020

Semangkuk Mie Dan keripik

Inilah Kisah yang terjadi 24 februari 2020 kemarin entah apa yang sedang membuatku begitu lemas dan kurang selera makan mungkin pula karena efek rasa nyeri yang terjadi gusi dan gigi yang sudah terasa nyeri sejak malam sebelumnya sehingga aku cuma bisa makan mie yang tekstur nya lunak dan mudah ditelan tapi siang nya aku malah malah membeli Keripik yang merupakan pantangan untuk orang yang sedang sakit  gigi. Kisahnya begini siang kemarin saat aku sedang sendirian dirumah datang dua anak kecil ngucap assalamu’alaikum dari luar kemudian aku pun menghampiri nya lalu dua anak kecil tadi berkata “kakak mau keripik? katanya” sambil menunjukkan apa yang mereka jual plastik transparan berisi keripik pedas singkat cerita akupun membeli keripik mereka, dua bungkus yang dibuat di siang hari yang panas saat itu dan itu juga yang membuat ku tak tega Entah kenapa pada saat itu aku begitu bahagia melihat kedua anak kecil apalagi s...

Sepenggal Rindu

Menghitung jarak Membingkai makna Pada lembaran kehidupan Melafazhkan cinta diujung hati Pada kuncup mawar yang merekah Mewangi kan hati yang sedang merinduMenjadikannya bait- bait Puisi yang syahdu Pada lembaran hati Puisi By Jannatul Zahra 21 Februari 2020

Jangan Terlalu Cepat Menilai Orang Lain

Pada dasarnya setiap manusia itu tidak yang sempurna jadi jangan terlalu mudah menilai orang lain hanya karena apa yang kita lihat tidak sesuai dengan apa yang kita pelajari dan kita inginkan jangan berprasangka bahwa orang yang kelihatannya sibuk dengan dunia tak memilikirkan akhirat mereka belum tentu bisa jadi sebenarnya mereka ingin berubah tapi mungkin mereka butuh waktu lebih lama dari kita dan kita tak akan pernah tahu bagaimana masa depan kita apalagi masa depan orang lain. seburuk -buruknya akhlak seseorang di hari ini, tapi kita tak tahu besok – besok bisa jadi lebih baik dari kita , Di zaman sekarang ilmu pengetahuan semakin berkembang baik yang bersifat teknologi maupun religi dengan teknologi kita bisa mendapatkan ilmu itu dengan mudah terutama tapi sayang nya semakin banyak pula orang yang doyan mencela, saling menyindir antara para ilmu dengan para ahli yang lain Merasa ilmu mereka yang paling benar adanya perbedaan pendapat sedikit ujung – ujungnya ribut Pad...