Langsung ke konten utama

Postingan

Pesan Dari Corona

Sekarang ini lagi ramai di perbincangkan tentang virus Corona setiap menyetel televisi hampir semua stasiun TV memperbincangkan hal tersebut , termasuk Indonesia ,bersarang di tubuh orang biasa hingga pejabat negara dan dan terkesan menakuti umat diseluruh dunia termasuk Indonesia dan terus terang saja lama - lama saya menjadi bosan dengan berita tersebut , yang pada akhirnya lebih membuka orang menjadi daripada membuat orang waspada dari virus global tersebut, dan inti dari kedatangan virus corona adalah sebenarnya adalah agar kita lebih waspada dan menjaga diri kita, agar kita tak mudah terserang virus tersebut dengan cara menjaga kebersihan tubuh, dan lingkungan serta memperhatikan asupan makanan seperti apa yang kita makan bergizi atau tidak membawa manfaat untuk tubuh kita atau tidak dan cara mengatasi dan virus corona sebenarnya sudah ada sejak dahulu bahkan didalam ajaran Islam pun sudah pdiajarkan yang ditetapkan dengan benar hal itu bisa membantu kita terhindar dar...

Bosan

Percikan Embun membasahi bumi Syairkan kisah ku Di kesejukan Pada lembaran dedaunan Teruntai kisah Dari kamar sunyi Tentang nada dan alur Yang tak berubah Tanpa makna Hanya monotonitas Yang lahir dari kebosanan  nan akut  bagai lembaran kertas Yang kosong tanpa tulisan

Ruang Sunyi

Sekelebat asa tercatat di ruang sunyi Tanpa sebuah lentera Hanya sekedar Cahaya di luar dari sebuah ruang Sunyi nan bisu Dan aku menikmati Sunyi bersama goresan puisi Yang ku torehkan Pada sebuah layar Seraya menikmati keindahan Subuh dari balik jendela kamarku bersama senandung indah Lantunan zikrullah dari sebuah surau Puisi By, Jannatul Zahra Jumat, 13 Maret 2020

Syair Tanpa Makna

Pucuk purnama embun pada selaksa rasa Menyulam masa tanpa hiasan yang Di dinding kehidupan hanya relief berhiaskan airmata dari Keretakan jiwa, Menjadi kan butiran air mata Sebuah syair manis nan syahdu Yang menjadi kenangan dalam lembaran kehidupan Tentang waktu yang tersia Tanpa makna Puisi by, Jannatul Zahra Ahad 08 Maret 2020

Lembaran Yang Sama

Apa yang aku ingin kan Akupun tak mengerti Di saat semua teman - teman ku sudah mempunyai hidup dan cerita mereka masing-masing aku masih berada dalam lembaran yang sama yang membuat ku bosan tapi aku tak punya pilihan selain terdiam dan menikmati sendiri ku dalam penjara bernama jenuh layaknya sekuntum bunga 🌺🌻🌹🌷 yang layu yang entah kapan mekar kembali seperti puisi yang pernah ku tuliskan dahulu Namun walaupun begitu aku tetap bersyukur dengan apa yang kumiliki saat ini dan Semoga esok hidup ku lebih baik dari ini Dan. Menonton pun lenyap dari rasa ku Gn. seteleng , Penajam, 04 Maret 2020 Note, By Jannatul Zahr 7

Semusim Waktu

Semusim waktu Melukis jarak bersama Merangkai asa dalam jiwa Semusim waktu merangkai masa Dalam seutas perjalanan Membingkai cerita seindah pelangi Menghitung usia rana jiwa membayangkan akan  Pedihnya siksa neraka Akibat tak bersujud Dan memohon ampunan Pada sang Ilah Puisi by, Jannatul Zahra Penajam, Selasa 03 Maret 2020

Lukisan Jiwa

Pucuk pelangi Melukis jiwa Melafazkan Angan Menjadi bait yang indah yang terukir di dinding linimasa Hingga musim berganti Dan ia menjadi sejarah Dalam sebuah relief Yang bercerita yang Terukir didinding jiwa Puisi by Jannatul Zahra Senin 2 Maret 2020