Langsung ke konten utama

Postingan

Rindu Diary

Hari ini untuk pertama kalinya aku menulis dengan menggunakan hape setelah sekian lama tak menggunakan nya juga sudah lama tak menulis di buku harian manual , Ya sudah lama kegiatan menulis konvensional tak aku lakukan sekarang , melakukan segala aktivitas ku dengan mencatat nya di ponsel bukan lagi di buku harian konvensional , tapi sebenarnya rindu juga menulis secara konvesional. Hai diaryku hari ini aku akan bercerita kepadamu tentang sahabat ku yang akhirnya meminta maaf setelah 6 bulan pasca kejadian 4 april 2020 dan akupun sudah memaafkan nya atas kejadian itu Peristiwa 04 april 2020 bagiku ibarat sebuah hadiah terburuk bagiku karena  seminggu lagi menjelang hari pergantian usiaku dan 20;hari menjelang puasa ramadhan 1441 Hijriyah tapi ya sudahlah kini sudah tercipta jarak diantara kami setelah kejadian itu & entah kapan kami bisa sama - sama lagi, , Hai diaryku  kini yang aku bisa lakukan adalah mengikhlaskan apa yang sudah terjadi dengan ku dan mulai b...

Kehadiranmu

Mengeja sunyi di pelataran waktu  Mengais  mimpi Di lorong maya Memeluk asa merangkai Sukma  pada jiwa – jiwa  Yang. Merindu  Hadir nya  Belahan jiwa  Tahukah engkau Harapku  Aku ingin  Kau menjadi nakhodaku  Dalam. Mengarungi bahtera ini Hingga kita sampai ke SurgaNya Namun aku masih merindu kan  Kehadiranmu Sampai tiba waktunya  Aku menjadi tulang rusukmu Yang senantiasa berada disampingmu Puisi ,By Jannatul Zahra Penajam.,11  April 2019

Anak Malam

Sudah beberapa hari ini aku jadi tambah telat bangun malam kujadikan siang dan siang ku jadi kan malam sehingga aku betul- betul menikmati malam yang sunyi , walaupun aku ngantuk berat tetap saja ia tidak dapat tidur. Aku benar-benar menjadi seorang anak malam yang bersahabat dengan kesunyian dan suara - suara tentara kecil , ,bersayap yang mampir di te,linga dengan suara ribut yang membuat ku tambah tak bisa tidur, entah hendak memikirkan apa otak ku saat ini padahal mataku sudah hampir kurang dari 5 watt  sampai salah sudah menempatkan artikel pada blog yang salah & bukan pada tempatnya saking mengantuk beratnya mataku tapi ya sudahlah berdamai saja, entah dan dinikmati karena tak ingin melawan diriku sendiri, dan aku tak ingin melawan dan terlalu keras terhadap diri ku , &memaksa diri , cukup kini kunikmati saja alur nya, sampai ia kembali normal dan kembali pada relnya Penajam 27 Agustus 2020

Target Positif

Aku Mencoba berdamai dengan diriku menata hatiku setelah sayang perasaan yang lega     dan  sedikit nyaman  atas perasaan  yang  tak terbalas  karena aku  pun  tak pernah  menyampaikan  dan  mungkin  aku  harus  belajar  dari  lagu seorang lesti  untuk  melepaskan  seseorang   yang kita ingin kan menjadi   pasangan  hidup kita  namun  nyata nya  ia  sudah  menjadi milik orang lain  , malah   sedang  menunggu  kelahiran anak pertama    yang akan lahir sebentar lagi,  mungkin  aku harus belajar melepaskan perasaan    seseorang   yang sebenarnya  akupun   tak kenal    dengan orang yang sebenarnya  tak  kenal secara langsung  dengan  beliau, hanya   kenal  dengan  nya melalui media s...

Cinta Merah Jambu

Aku  hanya  ingin  berdamai   dengan keadaan ini   , keadaan  dimana  aku    berada  dalam  penggal- penggalan  cinta    dalam  sepotong puzzle   dalam  imajinasi. ,,  dan   kuyakin  virus  merah jambu  akan  hilang  dengan  sendiri nya  seiring  waktu  bejalan,  dan  selalu ingat  bahwa  ia    sudah ada  yang memiliki,    dan ia   pun tak mengenal ku  dan  aku  pun  tak pernah mengenal nya  kami hanya lah  seseorang yang sebenarnya     tak  saling kenal  dan    berinteraksi  di dunia  maya.sekalipun kami  bertean di  fb sudah  lumayan lama, cukup rasa ini  , kujadikan  semangat  untuk  menyibukkan  diri, agar  bisa  melupakan nya  siap...

Petang Sunyi

Pada untaian kisah  Dan  lembaran  hari   Menulis kan  jejak    Di penghujung   siang  Menjelang petang  Dan   adakah  Percik  - percik  Kisah Yang  telah habis di penghujung  waktu Hingga   lentera ku telah   kembali meredup  Hanya   belaian     Yang   diberikan   angin  Pada  pori -- pori  jendela Pada  sebuah  ruang   Yang menemani    sunyi  Menjelang  petang Puisi by Jannatul Zahra Kamis  20.Agustus 2020

Begadang

sekuntum rindu Yang disapa bening embun Mata ini telah jera karena Karena tak dapat larut Bersama sang malam Hanya mampu Menulis kissh Begadang Di beanda weblog Seraya berkencan dengan sang malam Menemani syahdu hingga Pekat berganti terang Terjaga di ruang sunyi Mengganti malam jadi siang Seraya menikmati asa yang tak tentu arah seumpama ia bertanya Kapan kau berubah By  Jannatul Zahra