Aku menanti mu
seraya mengukir waktu meniti lengkungan malam yang membawaku pada fatamorgana yang berwujud rindu yang menjadi benih rasa ini
yang aku sendiri tidak menginginkannya
walau ikatan darah bukanlah
penghalang
namun takdir telah
menjawabnya
bahwa rindu ini
hanyalah semu
yang sebenarnya tak aku inginkan
tapi tuhan memberiku hikmah
bahwa rindu yang tak diharapkan ini
menjadi puisi indah yang kuharapkan
dan akhirnya
menjadi bait -bait
syahdu diujung malam
Puisi By ,Jannatul Zahra
02 Agustus 2017
Komentar
Posting Komentar