Langsung ke konten utama

Puncak Rindu Yang Membeku

Kemarau jiwa melafazhkan rindu
Rindu yang menjadikan hati berwarma merah jambu
Yang mengkiaskan biorama jiwa
Yang merasuki asa yang melambungkan khayalan ku
Menjadi terbang tinggi kala aku berada dalam

Ruang sunyi liar dan menggelora
Dan Akupun bertanya pada qalbuklu
Apakah ini cinta atau nafsu belaka.
Dan. menjadi merah jambu seperti yang

Sudah -sudah



Lalu ia membeku dan terkenang
Menjadi puisi semalam
Haruskah aku mendaki gunung
Yang tinggi hingga ke puncak nya untuk

Mencairkan rindu itu
Sementara ia dan aku hanyalah sebuah misteri
Yang hanya bisa dijawab oleh waktu
Entahlah

18 -19 maret 2019
Puisi by Jannatul Zahra

Komentar