Ingin aku memeluk embun
Merasakan sejenak kesejukan telah aku rindukan
Ketika .jengah bersamambut lelah
Membuatku bagai daun kering ysng tak berdaya
Inikah takdir ku. Tuhan?
Takdir yang memnbuatki bagai.
Ranting yang rapuh
Dan Ingin aku memeluk embun
Merasakan sejenak kesejukan telah aku rindukan
Ketika .jengah bersambut lelah
Membuatku bagai daun kering yang tak berdaya
Inikah takdir ku. Tuhan?
Takdir yang memnbuatku bagai.
Ranting yang rapuh
Dan hatiku kian membeku
Bagai anyelir tanpa air karena
Salah tempat bertumbuh.
Rabb hamba tahu
Jika tanpaMu
Aku bukanlah apa – apa
Aku hanyalah manusia bodoh
Yang tak pandai memahami takdir
Hamba
Sudah Engkau tuliskan
Maafkan hamba. Ya Alah
Yang begitu rapuh
Maaf kan kerapuhanku
Dan mudah termakan nafsu
Karena lemahnya imanku
kian membeku
Bagai anyelir tanpa air karena
Salah tempat bertumbuh.
Rabb hamba tahu
Jika tanpaMu
Aku bukanlah apa – apa
Aku hanyalah manusia bodoh
Yang tak pandai memahami takdir
Hamba yang sudah
Sudah Engkau tuliskan
Maafkan hamba. Ya Alah
Yang begitu rapuh
Maaf kan kerapuhanku
Dan mudah termakMkan nafsu
Karena lemahnya imanku
Puisi By Jannatul Zahra
20 Mei 2019

Komentar
Posting Komentar