pucuk - pucuk Purnama
menari diujung. senja
disapa sunyi pada keheningan malam
yang menemanku di ruang lamunan
menepi dari ramai ruang
kembali pada sepiku
di temani alunan syair
yang mengiringiku
Untuk Kembali padaNya
meraih mimpiku untuk
SurgaNya
Walau sebenarnya ku
lebih banyak melupakan Nya
dan tenggelam dalam
ego dan lukaku
dari goresan kepedihan
sebuah luka di masa kecilku
yang hadir kan bara di
qalbuku
yang bahkan
tetesan airmataku pun
tak dapat menghapusnya
walau sejuta maaf sudah
telah ku berikan untuknya
namun goresan luka itu
masih lah menganga
Dan menjadi luka abadi
yang masih mengisi
di relung jiwa
puisi , by Jannatul Zahra
30 Juli 2019
Komentar
Posting Komentar