Pucuk-pucuk purnama
melukis asa di ujung kemarau
ketika goyah menyapa sukma diselaksa jiwa yang kering kerontang
disapa kemarau kecil
karena sebait luka
yang mengiris meninggalkan luka
menganga yang akhirnya pedihnya tak tertahankan
di ujung penantian
akan
datangnya tetesan tetesan yang
menghapus kemarau dan luka
hingga ia tak lagi tersisa
Puisi by, Jannatul Zahra
Kamar Pink 13:24Gunung Seteleng,,
Ppu, Minggu,18 Agustus 2019
Komentar
Posting Komentar