Langsung ke konten utama

34 Hari Yang Lalu

tanggal 8 Mel 2020 34 hari yang lalu suatu kejadian yang membuat ku marah, kesal, membuncah jadi satu dan rasanya aku. Ingin merobek semua kisah kami selama puluhan tahun lamanya andaikan ia adal sebuah kertas dan membung nya dalam. bak sampah , lalu membuangnya sejauh mungkin dan mungkin aku tidak mengenal nya dan mengenang lagi bahwa kami pernah bersama bahkan mungkin jika kami entah

bisa seakrab dulu atau hanya berjumpa sebagai orang asing yang pernah bersahabat lalu hancur dalam semalam yang diawali oleh dirinya dan diakhiri pula oleh dirnya dan selama kami bersahabat, kami memang cukup sering ribut dan marahan tapi kami juga cukup cepat untuk baik kembali tapi peristiwa di malam 04:.April 2020 menjadi akhir sebuah persahabatan kterbiasaa plmi, yang terbina belasan tahun lama ketika kami sama remaja, sebut saja nama sahabat saya rindu tapi. maaf ini bukan dan bukanlah nama dan inisial yang sebenarnya tapi sebut saja ia begitu,

Ia sebenarnya adalah orang yang sangat baik dan cukup memiliki kepekaan terhadap orang lain dan dan cukup perasa orangnya dan saya bersyukur pernah teman yang kemudian berkembang menjadi sahabat

Hanya saja karena latar hidupnya yang dalam tanda kutip kurang bahagia dan rasa trauma yang pernah dialami membuatnya jadi orang vang tempramental dan mudah tersinggung dan kadang-kadang menjadikan orang lain tempat sampah untuk masalah nya serta kurang bisa menjaga perasaan lain dan. Orang itu salah satunya adalah saya , tapi saya hanya melihat orang dari bak saja dan tidak melihat orang dengan apa yang sudah dialami dan kan sering berbagi banyak hal. termasuk pernah berbagi kamar tidur bersama, lantas apa masalah nya yang membuat kami persahabatan kami hancur ?

Sebenarnya saya dan teman saya yang saya sebut rindu itu tidak punya masalah apa- apa hanya saja di malam tangga 04 April 2020 saat itu dirinya gabut.dan butuh teman curhat, dan mungkin posesif nya sedang kumat dan emosinya sedang meledak - ledak karena suatu hal, karena itu masalah beliau maka tidak usah saya tulis disini, karena itu bukan masalah saya, singkat cerita yang terjadi antara saya dengan dirinya adalah kesalahan paham dan kesalahan komunikasi yang terjadi di malam itu yang membuat persahabatan kami berakhir dan Kalimat terakhir yang ia tulis adalah berikut nya ia sudah tak tertarik lagi untuk menjadikan saya sebagai tempat sampah masalah nya dan bla... bla... bla dan diakhiri dengan ucapan terimakasih dan nomor wa dan fb saya pun akhirnya di blockir olehnya dan aakhrnya kisah kami pun berakhir di tanggal 04 April 2020 dan di hari sabtu ini tanggal 09 mei 2020 pas 35 hari sudah kisah kami berakhir

Dan seandainya

Seandainya peristiwa itu tidak terjadi di kepala saya ini ingin menuliskan kisah persahabatan kami yang begitu manis di blog ini tapi belum juga isi pikiran itu tertuang jadi tulisan persahabatan yang manis berakhir bagai menjadi sebuah kisah pahit yang kukira selama ini manis ternyata ku hanya dianggap tempat sampai oleh yang kuanggap seperti saudara sendiri dan Allah seolah membuka mata ku sebelum isi pikiran ku menjadi tulisan yang manis di blog ku ini dan. melalui tulisan ini aku juga ingin minta maaf melalui tulisan ini atas kejadian di malan itu dan kesalahan ku selama kita bersahabat,

Dan semoga engkau bisa menemukan sahabat baru yang baik dariku Aamiin)

Dan apa yang kualami dengan sahabat itu umpama lirik pegalan lagu Rhoma irama yang pertama yang pegalan seperti ini kau yang mulai, kau yang mengakhiri,

Karena di malam itu dia yang memulai dan dia pulalah yang mengakhiri nya

Yang kedua yang seperti ini yang pernah dinyanyikan oleh Rita Sugiarto manis yang aku rasakan pahit yang aku rasakan.

Hanya saja dua lirik lagu diatas mengisahkan tentang kegagalan cinta sementara yang kualami adalah kegagalan persahabatan yang sudah terbina belasan tahun dan dua itu juga cukup mewakili apa yang sudah saya alami

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Topeng Digital

Pernahkah Anda mengalami kejadian tidak menyenangkan seperti akun Facebook Anda di-hack oleh orang tak dikenal? Atau mungkin pernah terjebak dalam penipuan melalui aplikasi e-wallet? Pengalaman pribadi saya dua tahun yang lalu mengajarkan saya untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut.  Dua tahun lalu, tepatnya 5 Januari 2023, saya mengalami kejadian tidak mengenakkan. Akun Facebook saya diretas oleh orang tidak bertanggung jawab selama beberapa jam. Saat itu, saya memang lebih suka menggunakan aplikasi versi "lite" yang lebih ringan, seperti FB Lite dan Instagram Lite, karena kapasitas ponsel saya terbatas, hanya 4/64 GB. Semua bermula dari masalah pada aplikasi dompet digital, DANA, yang terhubung dengan nomor Tri saya. Saat itu, nomor saya tiba-tiba tidak ada sinyal, dan transfer tertunda. Saya mencoba melapor ke halaman resmi aplikasi tersebut. Namun, saya justru terjebak dalam jebakan penipu yang menyamar sebagai admin DANA. Singka...

Mengubah Angan Menjadi Nyata: Kisah di Balik Sertifikat Pertama

Mengubah Angan Menjadi Nyata: Kisah di Balik Sertifikat Pertama Hai, mari kita duduk sejenak dan biarkan aku berbagi sebuah cerita yang membuatku sangat termotivasi. Ini bukan hanya tentang pencapaian, tetapi tentang sebuah mimpi yang perlahan mulai terwujud. Setelah lima tahun berkarya di KBM App, platform yang didirikan oleh Asma Nadia dan Isa Alamsyah, aku akhirnya mendapatkan sertifikat pertamaku. Perasaanku campur aduk antara kaget, bahagia, dan haru. Aku ingat sekali sore itu, setelah bangun tidur siang, aku membuka ponsel dan mendapatkan pesan dari tim KBM App. Naskahku masuk dalam 30% naskah terbaik di kompetisi Teras Indonesia Season 9. Sebuah pencapaian yang tak pernah terbayang sebelumnya! Sejak pertama kali bergabung dengan KBM App di tahun 2020, aku adalah tipe penulis yang kadang hadir, kadang menghilang. Aku sering gagal menyelesaikan tulisan, bahkan sempat menghapus sebagian besar karyaku, kecuali satu kumpulan puisi berjudul "Puisi Sunyi." Setelah itu, aku me...

Mengunci Pintu Dunia Maya, Membuka Jendela Jiwa

Halo semuanya, hari ini saya ingin curhat tentang pengalaman saya dengan akun media sosial saya. Entah ini sudah ponsel yang ke berapa, akun-akun media sosialku, baik itu Instagram atau Facebook, selalu saja ada yang usil. Padahal saya bukan seorang konten kreator, saya hanya seorang penulis yang baru merintis karir. Meskipun begitu, akun pribadi setiap orang memiliki keunikan masing-masing. Dulu, selalu ada yang usil dengan akun saya. Entah apa yang menarik dari akun yang saya miliki. Meskipun usaha dagang online saya sudah tidak lagi berjalan, tetap saja ada yang usil. Sebelum saya mengalami kejadian pada 5 Januari 2023, akun saya sudah sering diganggu. Namun, selalu bisa saya atasi. Cita-cita masa kecil saya menjadi seorang penulis juga masih dalam tahap dirintis, namun tetap saja diganggu. Ponsel Motorola G6 merah saya bukanlah satu-satunya ponsel yang berusaha memasuki akun saya. Mulai dari HP LG, Vivo, bahkan ponsel dengan harga ratusan ribu hingga jutaan pernah digunakan untuk m...