Langsung ke konten utama

Menulis 3 atau 5 Bab Per hari?


Setelah saya mencobanya, ternyata menulis 5000 kata alias 5 bab per hari bukanlah hal yang mustahil. Namun menurut saya, itu adalah sesuatu yang membosankan, kecuali jika 5000 kata tersebut ditujukan untuk 2 buku. Artinya, satu buku ditulis 3 bab per hari dan satunya lagi ditulis 2 bab per hari untuk buku yang lain. Setelah mencoba menulis di beberapa aplikasi kepenulisan seperti Fizzo Wattpad dan KBM A PP, membuat saya sadar kemampuan seseorang dalam menulis sebenarnya adalah 3 sampai 5 bab per hari alias 3000 kata bab sampai 5000 kata. Dan saya sadar setiap orang memiliki kemampuan dan batasan dalam menulis setiap harinya. Beberapa hari ini, saya mencoba kembali menulis di KBM app setelah sempat vakum. Akhirnya, saya mengetahui bahwa kemampuan saya dalam menulis adalah 3000 kata per hari alias 3 bab atau sekitar 90 halaman setiap bulan jika saya menulis 3 bab per hari. Hal ini menghasilkan 90.000 kata. Jadi, jika saya ingin menulis 150.000 kata, artinya saya membutuhkan waktu sekitar 1 sampai 2 bulan atau lebih untuk menulis sebuah buku dengan jumlah 150 bab
.

Opini ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya setelah mencoba berlatih menulis di beberapa aplikasi yang berbeda. Idealnya, setiap manusia memiliki kemampuan yang berbeda dalam menulis setiap harinya. Walaupun kini banyak teknologi yang membuat orang mudah menulis, tetap saja akan membutuhkan waktu dalam membuat sebuah tulisan yang bagus. Menurut saya, saya lebih cocok menulis tiga bab per hari dibandingkan menulis 5 bab per hari. Hal ini membuat saya tidak mudah stres dan merasa tertekan karena dikejar deadline. Jadi, jika ingin menulis lagi di aplikasi yang biasanya membayar reader, saya harus menulis satu atau dua bulan sebelumnya dan mempostingnya di situ. Sehingga, saya sudah memiliki 150 halaman sebelum diterbitkan lagi di aplikasi tersebut. Dengan begitu, saya tidak perlu lagi merasa dikejar deadline. Cukuplah sudah dua buku yang saya buat gantung di aplikasi tersebut karena ide mandek di tengah jalan.

Setelah mencoba menulis di beberapa aplikasi yang berbeda, saya pun mengerti bahwa saya memang mempunyai bakat dalam menulis. Namun, saya juga mempunyai keterbatasan dalam berapa halaman yang harus saya tulis untuk menghasilkan sebuah buku. Saya lebih condong ideal menulis 3 bab per hari dibandingkan 5 bab per hari. Menulis di Fizzo membuat saya tahu bahwa saya sebenarnya bisa menulis panjang dan bisa menulis novel. Menulis di KBM membuat saya tahu berapa bab maksimal yang bisa saya hasilkan setiap hari tanpa membuat saya menjadi stres. Menulis di Wattpad membuat saya jauh lebih rileks karena tidak ada deadline yang harus saya kerjakan. Jadi, untuk sementara, saya akan berjuang di KBM. Semoga bisa menuai hasil. Saya ingin menulis di Fizzo lagi, tapi materi bukunya harus benar-benar saya siapkan agar tidak seperti dua buku sebelumnya.

Dengan adanya beberapa aplikasi menulis dengan suara yang tersedia di Play Store, membuat saya lebih mudah dalam membuat bab untuk novel saya. Karena jika menggunakan tangan, yang lambat ini dalam menulis, tentu akan membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikan sebuah novel. Karena saya memiliki kelainan bawaan yang membuat saya lambat dalam menulis, sehingga dengan adanya aplikasi menulis dengan suara, membuat saya lebih cepat dalam mengetik. Teknologi AI sekarang membuat saya lebih mudah dalam mengedit naskah sendiri, tanpa mengeluarkan biaya sedikitpun termasuk dalam membuat covernya, tanpa harus mengeluarkan biaya sepeser pun. Kecuali kuota internet. Bahkan tulisan ini saya buat dengan menggunakan aplikasi menulis dengan suara.

Jadi jika teman-teman besok-besok melihat postingan jauh lebih rapi dari biasanya itu kemungkinan sudah aku edit terlebih dahulu sebelum aku posting tapi jika kalian melihat banyak typo di sana sini itu artinya tulisan tanganku yang belum sempat ku edit dan Langsung posting saja😄

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Topeng Digital

Pernahkah Anda mengalami kejadian tidak menyenangkan seperti akun Facebook Anda di-hack oleh orang tak dikenal? Atau mungkin pernah terjebak dalam penipuan melalui aplikasi e-wallet? Pengalaman pribadi saya dua tahun yang lalu mengajarkan saya untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut.  Dua tahun lalu, tepatnya 5 Januari 2023, saya mengalami kejadian tidak mengenakkan. Akun Facebook saya diretas oleh orang tidak bertanggung jawab selama beberapa jam. Saat itu, saya memang lebih suka menggunakan aplikasi versi "lite" yang lebih ringan, seperti FB Lite dan Instagram Lite, karena kapasitas ponsel saya terbatas, hanya 4/64 GB. Semua bermula dari masalah pada aplikasi dompet digital, DANA, yang terhubung dengan nomor Tri saya. Saat itu, nomor saya tiba-tiba tidak ada sinyal, dan transfer tertunda. Saya mencoba melapor ke halaman resmi aplikasi tersebut. Namun, saya justru terjebak dalam jebakan penipu yang menyamar sebagai admin DANA. Singka...

Mengubah Angan Menjadi Nyata: Kisah di Balik Sertifikat Pertama

Mengubah Angan Menjadi Nyata: Kisah di Balik Sertifikat Pertama Hai, mari kita duduk sejenak dan biarkan aku berbagi sebuah cerita yang membuatku sangat termotivasi. Ini bukan hanya tentang pencapaian, tetapi tentang sebuah mimpi yang perlahan mulai terwujud. Setelah lima tahun berkarya di KBM App, platform yang didirikan oleh Asma Nadia dan Isa Alamsyah, aku akhirnya mendapatkan sertifikat pertamaku. Perasaanku campur aduk antara kaget, bahagia, dan haru. Aku ingat sekali sore itu, setelah bangun tidur siang, aku membuka ponsel dan mendapatkan pesan dari tim KBM App. Naskahku masuk dalam 30% naskah terbaik di kompetisi Teras Indonesia Season 9. Sebuah pencapaian yang tak pernah terbayang sebelumnya! Sejak pertama kali bergabung dengan KBM App di tahun 2020, aku adalah tipe penulis yang kadang hadir, kadang menghilang. Aku sering gagal menyelesaikan tulisan, bahkan sempat menghapus sebagian besar karyaku, kecuali satu kumpulan puisi berjudul "Puisi Sunyi." Setelah itu, aku me...

Mengunci Pintu Dunia Maya, Membuka Jendela Jiwa

Halo semuanya, hari ini saya ingin curhat tentang pengalaman saya dengan akun media sosial saya. Entah ini sudah ponsel yang ke berapa, akun-akun media sosialku, baik itu Instagram atau Facebook, selalu saja ada yang usil. Padahal saya bukan seorang konten kreator, saya hanya seorang penulis yang baru merintis karir. Meskipun begitu, akun pribadi setiap orang memiliki keunikan masing-masing. Dulu, selalu ada yang usil dengan akun saya. Entah apa yang menarik dari akun yang saya miliki. Meskipun usaha dagang online saya sudah tidak lagi berjalan, tetap saja ada yang usil. Sebelum saya mengalami kejadian pada 5 Januari 2023, akun saya sudah sering diganggu. Namun, selalu bisa saya atasi. Cita-cita masa kecil saya menjadi seorang penulis juga masih dalam tahap dirintis, namun tetap saja diganggu. Ponsel Motorola G6 merah saya bukanlah satu-satunya ponsel yang berusaha memasuki akun saya. Mulai dari HP LG, Vivo, bahkan ponsel dengan harga ratusan ribu hingga jutaan pernah digunakan untuk m...