Langsung ke konten utama

Dari Sajak Bayangan Kisah: Perjalanan Menuju Ketenangan

kangen nulis setelah bergelut dengan gejala mirip anxiety disorder yang bikin malas melakukan apa-apa, bikin gak bisa tidur, selalu mimpi buruk, merasa gelisah pada beberapa hal. Sebenarnya itu adalah hal biasa saja karena anxiety udah mulai berkurang setelah rajin mewarnai dengan angka dan minum herbal khusus mengatasi anxiety disorder yang mulai kena pas bulan Juli. Jadi kangen nulis lagi di aplikasi seperti biasa ini. Akun aku di klpk dengan nama pena Jaza Pinky dan seperti biasa aku menulis bukuku di aplikasi dengan menulis sebuah puisi dan itu pun ternyata cukup bisa membantuku mengatasi anxiety. Di sorder kemarin aku menulis kecemasanku itu dalam sebuah puisi yang aku posting di sini dan buku ini pun tercipta untuk mengatasi kecemasan itu diberi judul Sajak Bayangan Kisah. Sudah terpublikasi di klpk sejak 1 bulan yang lalu setelah diedit karena salah memasukkan naskah dan akhirnya baru seleksi kita satu bulan yang lalu. Ketika Allah mengalami kecemasan itu diawali ketika aku merasa seperti ada orang di sekitarku dan aku seperti melihat bayang-bayang. Entah itu apa, aku merasa angin yang berhembus pun seperti tak biasa dan mengalami mimpi buruk yang membuat badanku terkadang merasa sakit ketika aku terbangun. Walaupun pada saat itu aku tidur dalam keadaan lampu yang telah dipadamkan, kondisi ruangan menjadi gelap yang katanya bagus untuk tidur, tapi nyatanya membuatku mengalami buruk. Ketika film mengalami bubur, itulah aku merasa diriku tidak baik-baik saja. Sampai akhirnya aku mencoba mencari solusi sendiri tanpa menceritakan apa yang aku alami kepada siapapun.



Sampai akhirnya aku masuk di salah satu grup psikologi yang ada di Facebook dan menceritakan apa yang aku alami dengan merahasiakan identitasku dan mencari artikel di Google dan Instagram. Beberapa saran yang diberikan, aku memilih untuk menggunakan metode mewarnai untuk mengatasi rasa cemas ku tersebut. Walaupun menulis pun sebenarnya bisa digunakan untuk mengatasi hal tersebut, tapi ada kondisi di mana aku justru merasa takut untuk menulis apa yang aku rasakan dan enggan untuk menulis karena kecemasan yang aku alami itu. Karena ketika merasa ada di fase kecemasan yang berat, aku pernah tak sengaja membaca sebuah artikel yang mengatakan bahwa rasa was-was itu tidak boleh dikatakan dan itu ada hadisnya, tapi lupa bunyi hadisnya seperti apa. Sehingga aku memilih untuk diam saja dan tidak pernah mengatakan apa yang aku rasakan. Bahkan ketika ingin menangis pun aku memasuki kamar sehingga tidak ada orang yang melihat air mataku sedikit pun. Itu aku alami sejak bulan Juli dan mulai berkurang di bulan Oktober ini. Di awal aku terkena, aku sering merasa takut, gelisah, suka menangis sendiri tanpa sebab, dan seolah-olah melihat sesuatu. Aku juga takut melihat berita-berita tertentu di media sosial ataupun televisi, bahkan sampai saat ini, karena aku takut apa yang kulihat itu akan terbawa pada mimpiku. Tapi seiring berjalannya waktu, aku pun berusaha melawan rasa gelisahku dan cemas yang berlebihan yang aku alami selama berbulan-bulan tersebut. Ternyata sedikit demi sedikit rasa gelisah yang berlebihan tersebut mulai berkurang, walaupun nyatanya tidak mudah untuk mengatasinya. Dan untuk menceritakan hal ini, aku pun sebenarnya membutuhkan keberanian.

Karena yang kuceritakan ini menurutku adalah sesuatu yang berat untuk aku ceritakan, tapi aku pun berusaha menanamkan keyakinan pada diriku sendiri bahwa semua ini akan berlalu dan aku akan sembuh dari rasa cemas yang berlebihan ini, walaupun nyatanya itu tidaklah mudah. Dan aku pernah merasa berada di titik bahwa ujian anxiety terasa berat dibandingkan ctev survivor yang juga menjadi skenario hidupku.  
Penajam, 27 Oktober 2024  

Tulisan oleh Janatul Zahra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Topeng Digital

Pernahkah Anda mengalami kejadian tidak menyenangkan seperti akun Facebook Anda di-hack oleh orang tak dikenal? Atau mungkin pernah terjebak dalam penipuan melalui aplikasi e-wallet? Pengalaman pribadi saya dua tahun yang lalu mengajarkan saya untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut.  Dua tahun lalu, tepatnya 5 Januari 2023, saya mengalami kejadian tidak mengenakkan. Akun Facebook saya diretas oleh orang tidak bertanggung jawab selama beberapa jam. Saat itu, saya memang lebih suka menggunakan aplikasi versi "lite" yang lebih ringan, seperti FB Lite dan Instagram Lite, karena kapasitas ponsel saya terbatas, hanya 4/64 GB. Semua bermula dari masalah pada aplikasi dompet digital, DANA, yang terhubung dengan nomor Tri saya. Saat itu, nomor saya tiba-tiba tidak ada sinyal, dan transfer tertunda. Saya mencoba melapor ke halaman resmi aplikasi tersebut. Namun, saya justru terjebak dalam jebakan penipu yang menyamar sebagai admin DANA. Singka...

Mengubah Angan Menjadi Nyata: Kisah di Balik Sertifikat Pertama

Mengubah Angan Menjadi Nyata: Kisah di Balik Sertifikat Pertama Hai, mari kita duduk sejenak dan biarkan aku berbagi sebuah cerita yang membuatku sangat termotivasi. Ini bukan hanya tentang pencapaian, tetapi tentang sebuah mimpi yang perlahan mulai terwujud. Setelah lima tahun berkarya di KBM App, platform yang didirikan oleh Asma Nadia dan Isa Alamsyah, aku akhirnya mendapatkan sertifikat pertamaku. Perasaanku campur aduk antara kaget, bahagia, dan haru. Aku ingat sekali sore itu, setelah bangun tidur siang, aku membuka ponsel dan mendapatkan pesan dari tim KBM App. Naskahku masuk dalam 30% naskah terbaik di kompetisi Teras Indonesia Season 9. Sebuah pencapaian yang tak pernah terbayang sebelumnya! Sejak pertama kali bergabung dengan KBM App di tahun 2020, aku adalah tipe penulis yang kadang hadir, kadang menghilang. Aku sering gagal menyelesaikan tulisan, bahkan sempat menghapus sebagian besar karyaku, kecuali satu kumpulan puisi berjudul "Puisi Sunyi." Setelah itu, aku me...

Mengunci Pintu Dunia Maya, Membuka Jendela Jiwa

Halo semuanya, hari ini saya ingin curhat tentang pengalaman saya dengan akun media sosial saya. Entah ini sudah ponsel yang ke berapa, akun-akun media sosialku, baik itu Instagram atau Facebook, selalu saja ada yang usil. Padahal saya bukan seorang konten kreator, saya hanya seorang penulis yang baru merintis karir. Meskipun begitu, akun pribadi setiap orang memiliki keunikan masing-masing. Dulu, selalu ada yang usil dengan akun saya. Entah apa yang menarik dari akun yang saya miliki. Meskipun usaha dagang online saya sudah tidak lagi berjalan, tetap saja ada yang usil. Sebelum saya mengalami kejadian pada 5 Januari 2023, akun saya sudah sering diganggu. Namun, selalu bisa saya atasi. Cita-cita masa kecil saya menjadi seorang penulis juga masih dalam tahap dirintis, namun tetap saja diganggu. Ponsel Motorola G6 merah saya bukanlah satu-satunya ponsel yang berusaha memasuki akun saya. Mulai dari HP LG, Vivo, bahkan ponsel dengan harga ratusan ribu hingga jutaan pernah digunakan untuk m...