Langsung ke konten utama

Menciptakan Kebahaglaan Dirumah

Berbahagialah ketika di rumah Anda sendiri karena kebahagiaan yang hakiki dimulai ketika Anda berada di rumah berkumpul bersama keluarga, menciptakan momen-momen yang kelak akan menjadi cerita di masa depan.

Namun, ketika Anda tidak atau belum merasakan kebahagiaan itu, maka cobalah membuat momen-momen Anda sendiri atau melakukan sesuatu yang membuat Anda bisa merasakan kebahagiaan itu. Karena terkadang segala sesuatunya perlu kita perlakukan sebagai pergerakan untuk membuat kita bahagia, walaupun itu sebenarnya bukanlah hal yang mudah.

Dan jika hari ini diri kita merasa tak bahagia atau belum merasa bahagia, maka anggap itu sebagai ujian dan yakinlah kebahagiaan akan datang suatu saat nanti ketika tiba waktunya. Bersabarlah dengan semua ujian Tuhan yang Maha Kuasa, ciptakan kebahagiaan dengan cara selalu bersyukur, dan carilah sesuatu yang positif yang bisa membuat Anda merasa tenang dan bahagia. Semua itu dimulai dari rasa syukur atas apa yang sudah digariskan oleh-Nya.


Saya pernah membaca sebuah buku, dan di dalam buku itu tertulis, barang siapa yang tidak bahagia di rumahnya, maka tidak akan bahagia di tempat lain. Entahlah apakah ungkapan itu benar atau tidak. Dan jika kebahagiaan itu tidak didapatkan di dalam rumah, maka ciptakanlah kebahagiaan itu di rumah Anda dengan cara Anda sendiri. Lakukanlah yang positif selama tidak merugikan Anda ataupun orang lain. Maka katakanlah kebahagiaan Anda dengan cara Anda sendiri. Berbahagialah dan berbahagialah dengan itu, walaupun menciptakan kebahagiaan diri sendiri itu tidaklah mudah dan tidak harus dimulai dengan materi semata, tapi bisa kita mulai dengan apa yang kita punya dan apa yang ada di tangan kita saat ini. Lakukan dengan cara yang bermanfaat agar kita bisa merasakan kebahagiaan. Bahagia itu perlu diciptakan, bukan hanya untuk ditunggu, entah sendiri atau diri Anda sedang bersama dengan yang lain. Kebahagiaan dimulai dengan menciptakan kebahagiaan di hati kita sendiri.

Catatan:  
Janatul Zahra  
3 Oktober 2024

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Topeng Digital

Pernahkah Anda mengalami kejadian tidak menyenangkan seperti akun Facebook Anda di-hack oleh orang tak dikenal? Atau mungkin pernah terjebak dalam penipuan melalui aplikasi e-wallet? Pengalaman pribadi saya dua tahun yang lalu mengajarkan saya untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut.  Dua tahun lalu, tepatnya 5 Januari 2023, saya mengalami kejadian tidak mengenakkan. Akun Facebook saya diretas oleh orang tidak bertanggung jawab selama beberapa jam. Saat itu, saya memang lebih suka menggunakan aplikasi versi "lite" yang lebih ringan, seperti FB Lite dan Instagram Lite, karena kapasitas ponsel saya terbatas, hanya 4/64 GB. Semua bermula dari masalah pada aplikasi dompet digital, DANA, yang terhubung dengan nomor Tri saya. Saat itu, nomor saya tiba-tiba tidak ada sinyal, dan transfer tertunda. Saya mencoba melapor ke halaman resmi aplikasi tersebut. Namun, saya justru terjebak dalam jebakan penipu yang menyamar sebagai admin DANA. Singka...

Mengubah Angan Menjadi Nyata: Kisah di Balik Sertifikat Pertama

Mengubah Angan Menjadi Nyata: Kisah di Balik Sertifikat Pertama Hai, mari kita duduk sejenak dan biarkan aku berbagi sebuah cerita yang membuatku sangat termotivasi. Ini bukan hanya tentang pencapaian, tetapi tentang sebuah mimpi yang perlahan mulai terwujud. Setelah lima tahun berkarya di KBM App, platform yang didirikan oleh Asma Nadia dan Isa Alamsyah, aku akhirnya mendapatkan sertifikat pertamaku. Perasaanku campur aduk antara kaget, bahagia, dan haru. Aku ingat sekali sore itu, setelah bangun tidur siang, aku membuka ponsel dan mendapatkan pesan dari tim KBM App. Naskahku masuk dalam 30% naskah terbaik di kompetisi Teras Indonesia Season 9. Sebuah pencapaian yang tak pernah terbayang sebelumnya! Sejak pertama kali bergabung dengan KBM App di tahun 2020, aku adalah tipe penulis yang kadang hadir, kadang menghilang. Aku sering gagal menyelesaikan tulisan, bahkan sempat menghapus sebagian besar karyaku, kecuali satu kumpulan puisi berjudul "Puisi Sunyi." Setelah itu, aku me...

Mengunci Pintu Dunia Maya, Membuka Jendela Jiwa

Halo semuanya, hari ini saya ingin curhat tentang pengalaman saya dengan akun media sosial saya. Entah ini sudah ponsel yang ke berapa, akun-akun media sosialku, baik itu Instagram atau Facebook, selalu saja ada yang usil. Padahal saya bukan seorang konten kreator, saya hanya seorang penulis yang baru merintis karir. Meskipun begitu, akun pribadi setiap orang memiliki keunikan masing-masing. Dulu, selalu ada yang usil dengan akun saya. Entah apa yang menarik dari akun yang saya miliki. Meskipun usaha dagang online saya sudah tidak lagi berjalan, tetap saja ada yang usil. Sebelum saya mengalami kejadian pada 5 Januari 2023, akun saya sudah sering diganggu. Namun, selalu bisa saya atasi. Cita-cita masa kecil saya menjadi seorang penulis juga masih dalam tahap dirintis, namun tetap saja diganggu. Ponsel Motorola G6 merah saya bukanlah satu-satunya ponsel yang berusaha memasuki akun saya. Mulai dari HP LG, Vivo, bahkan ponsel dengan harga ratusan ribu hingga jutaan pernah digunakan untuk m...