Langsung ke konten utama

Warna-Warni Hati, Cermin Jiwa


Hati yang besar, hati yang senantiasa bersyukur, hati yang senantiasa berbunga-bunga, hati yang selalu penuh dengan warna-warna cinta merah muda dan bercahaya. Walaupun terkadang abu-abu dan hitam juga ada di sana, tapi hati tetap bahagia. Hati yang harus senantiasa dijaga kebersihannya, karena dari sanalah Tuhan menilai kita. Baik buruknya manusia tergantung pada hatinya.
Hati yang besar karena ia tahan uji. Hati yang berbunga-bunga kemungkinan karena ia mendapatkan hadiah. Hati yang berwarna merah muda mungkin karena pemiliknya sedang jatuh cinta. Sementara, hati yang berwarna hitam dan abu-abu itulah karakter manusia yang kadang sulit kita tebak.

Untuk memilih hati yang besar, kita perlu tahan uji. Untuk memperoleh kebahagiaan, kita harus berjuang agar bunga di hati kita tidak layu dan gampang patah. Bagi hati yang berwarna merah muda, mungkin kita tak boleh putus harapan, seraya menunggu cinta sejati yang kadang kita rindukan. Sementara, hati yang besar mungkin karena ia sudah melewati berbagai ujian dan tak gampang patah walau banyak aral melintang.
Hati yang senantiasa berwarna merah muda, ia melambaikan cinta dan kasih sayang yang mungkin bagi sebagian orang masih dirindukan. Hati yang berbunga-bunga, layaknya sebuah bunga mawar, ia pun tetap diperjuangkan. Hati yang berwarna merah muda/merah jambu, mungkin ia sedang terjangkit cinta yang seperti virus, yang selalu membuatnya berbunga-bunga.
Mewarnai lukisan ini membuatku belajar tentang arti kesabaran dan membuatku lebih rileks. Seperti yang sering aku katakan lewat status di media sosialku, mewarnai dengan angka membuatku bisa melupakan rasa cemas. Ternyata, kesabaran itu hadir ketika aku mewarnai gambar ini dengan angka-angka yang disediakan. Aku seperti berpetualang dalam imaji, karena terkadang bingung harus meletakkan angka itu di mana sesuai dengan warnanya. Kadang ia tersembunyi di balik area yang sudah diwarnai dengan angka sebelumnya.
Penajam Paser Utara,
7 Juni 2025, Hari Sabtu
Pukul 02.21 Waktu Indonesia Tengah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Topeng Digital

Pernahkah Anda mengalami kejadian tidak menyenangkan seperti akun Facebook Anda di-hack oleh orang tak dikenal? Atau mungkin pernah terjebak dalam penipuan melalui aplikasi e-wallet? Pengalaman pribadi saya dua tahun yang lalu mengajarkan saya untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut.  Dua tahun lalu, tepatnya 5 Januari 2023, saya mengalami kejadian tidak mengenakkan. Akun Facebook saya diretas oleh orang tidak bertanggung jawab selama beberapa jam. Saat itu, saya memang lebih suka menggunakan aplikasi versi "lite" yang lebih ringan, seperti FB Lite dan Instagram Lite, karena kapasitas ponsel saya terbatas, hanya 4/64 GB. Semua bermula dari masalah pada aplikasi dompet digital, DANA, yang terhubung dengan nomor Tri saya. Saat itu, nomor saya tiba-tiba tidak ada sinyal, dan transfer tertunda. Saya mencoba melapor ke halaman resmi aplikasi tersebut. Namun, saya justru terjebak dalam jebakan penipu yang menyamar sebagai admin DANA. Singka...

Mengubah Angan Menjadi Nyata: Kisah di Balik Sertifikat Pertama

Mengubah Angan Menjadi Nyata: Kisah di Balik Sertifikat Pertama Hai, mari kita duduk sejenak dan biarkan aku berbagi sebuah cerita yang membuatku sangat termotivasi. Ini bukan hanya tentang pencapaian, tetapi tentang sebuah mimpi yang perlahan mulai terwujud. Setelah lima tahun berkarya di KBM App, platform yang didirikan oleh Asma Nadia dan Isa Alamsyah, aku akhirnya mendapatkan sertifikat pertamaku. Perasaanku campur aduk antara kaget, bahagia, dan haru. Aku ingat sekali sore itu, setelah bangun tidur siang, aku membuka ponsel dan mendapatkan pesan dari tim KBM App. Naskahku masuk dalam 30% naskah terbaik di kompetisi Teras Indonesia Season 9. Sebuah pencapaian yang tak pernah terbayang sebelumnya! Sejak pertama kali bergabung dengan KBM App di tahun 2020, aku adalah tipe penulis yang kadang hadir, kadang menghilang. Aku sering gagal menyelesaikan tulisan, bahkan sempat menghapus sebagian besar karyaku, kecuali satu kumpulan puisi berjudul "Puisi Sunyi." Setelah itu, aku me...

Mengunci Pintu Dunia Maya, Membuka Jendela Jiwa

Halo semuanya, hari ini saya ingin curhat tentang pengalaman saya dengan akun media sosial saya. Entah ini sudah ponsel yang ke berapa, akun-akun media sosialku, baik itu Instagram atau Facebook, selalu saja ada yang usil. Padahal saya bukan seorang konten kreator, saya hanya seorang penulis yang baru merintis karir. Meskipun begitu, akun pribadi setiap orang memiliki keunikan masing-masing. Dulu, selalu ada yang usil dengan akun saya. Entah apa yang menarik dari akun yang saya miliki. Meskipun usaha dagang online saya sudah tidak lagi berjalan, tetap saja ada yang usil. Sebelum saya mengalami kejadian pada 5 Januari 2023, akun saya sudah sering diganggu. Namun, selalu bisa saya atasi. Cita-cita masa kecil saya menjadi seorang penulis juga masih dalam tahap dirintis, namun tetap saja diganggu. Ponsel Motorola G6 merah saya bukanlah satu-satunya ponsel yang berusaha memasuki akun saya. Mulai dari HP LG, Vivo, bahkan ponsel dengan harga ratusan ribu hingga jutaan pernah digunakan untuk m...