Langsung ke konten utama

Terpaksa Teken Kontrak Rahasia? Rahasia Saya Kembali Konsisten Menulis Terungkap!

  Terpaksa Teken Kontrak Rahasia? Rahasia Saya Kembali Konsisten Menulis Terungkap!

​Bismillahirohmanirrohim.

​Alhamdulillah, bertemu kembali dengan hari Senin. Semoga hari ini menjadi momen yang jauh lebih baik, penuh dengan aktivitas bermanfaat. Ini adalah hari kedua saya kembali menyapa blog ini setelah berbulan-bulan vakum. Bahkan saat berulang tahun pun, saya tidak memposting apa pun. Namun, tiba-tiba muncul dorongan kuat untuk kembali aktif agar pikiran saya lebih teratur dan tidak melantur ke mana-mana.

​Sama seperti niat sebelumnya, saya ingin menyusun jadwal menulis yang tetap, baik di blog ini maupun di platform KBM. Ada satu kejadian penting di bulan Desember lalu ketika saya menandatangani kontrak eksklusif. Saya berharap keputusan itu membuat waktu saya lebih tertata. Kini, saya ingin menjalani hidup layaknya orang bekerja meski dari rumah. Walaupun hasilnya saat ini masih kecil, saya percaya kelak akan membuahkan hasil besar dan mewujudkan impian-impian di kepala saya.


​Mulai hari ini, saya berkomitmen menulis secara teratur dan terjadwal. Saya ingin membatasi waktu memegang ponsel untuk hal-hal di luar pekerjaan. Sebagai penulis yang tergolong lambat, metode merekam atau menjadwalkan seperti ini membantu saya menjadi lebih rapi.

​Perlu kita sadari, berubah itu tidak mudah. Istilah "tobat sambal" mungkin kurang tepat, karena pada kenyataannya, mengubah karakter dan kebiasaan buruk itu butuh waktu dan perjuangan ekstra. Kadang tekad kita kuat, tapi ada kalanya ia melemah. Jangan pernah membandingkan proses seseorang dengan orang lain, karena setiap manusia memiliki kelebihan, kekurangan, dan "roda nasib" yang berbeda.

​Tulisan ini bukan keluhan, melainkan pengingat diri. Kemarin, blog ini saya buka kembali dengan membahas kasus ustadz yang sedang viral. Dari beliau, kita belajar bahwa sebaik apa pun ilmu agama seseorang, ia tetaplah manusia yang tidak luput dari kesalahan. Saya bukan pengikut setia figur publik tertentu, namun saya sering berkomentar dari sudut pandang positif. Sayangnya, banyak orang salah paham dan mengira saya membela secara buta. Padahal, kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Tugas kita hanyalah memperbaiki diri sendiri, bukan menghakimi hidup orang lain

.

​Setiap komentar atau status yang kita unggah di media sosial akan dipertanggungjawabkan. Jadi, pilihlah kata-kata yang baik. Jangan membalas berita negatif dengan respon yang negatif pula. Apa yang menimpa orang lain bisa saja terjadi pada kita karena hidup ibarat roda yang berputar.

​Akhir kata, saya ingin memulai aktivitas hari ini sesuai rencana. Semoga saya bisa aktif menulis di blog dan KBM secara teratur layaknya pekerja profesional. Berubah memang sulit dan butuh waktu, namun saya sedang dalam proses itu. Mari kita saling menghargai dan selalu berpikir positif. Semoga hari ini menjadi awal yang lebih baik untuk kita semua.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Di Balik Topeng Digital

Pernahkah Anda mengalami kejadian tidak menyenangkan seperti akun Facebook Anda di-hack oleh orang tak dikenal? Atau mungkin pernah terjebak dalam penipuan melalui aplikasi e-wallet? Pengalaman pribadi saya dua tahun yang lalu mengajarkan saya untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan aplikasi-aplikasi tersebut.  Dua tahun lalu, tepatnya 5 Januari 2023, saya mengalami kejadian tidak mengenakkan. Akun Facebook saya diretas oleh orang tidak bertanggung jawab selama beberapa jam. Saat itu, saya memang lebih suka menggunakan aplikasi versi "lite" yang lebih ringan, seperti FB Lite dan Instagram Lite, karena kapasitas ponsel saya terbatas, hanya 4/64 GB. Semua bermula dari masalah pada aplikasi dompet digital, DANA, yang terhubung dengan nomor Tri saya. Saat itu, nomor saya tiba-tiba tidak ada sinyal, dan transfer tertunda. Saya mencoba melapor ke halaman resmi aplikasi tersebut. Namun, saya justru terjebak dalam jebakan penipu yang menyamar sebagai admin DANA. Singka...

Mengubah Angan Menjadi Nyata: Kisah di Balik Sertifikat Pertama

Mengubah Angan Menjadi Nyata: Kisah di Balik Sertifikat Pertama Hai, mari kita duduk sejenak dan biarkan aku berbagi sebuah cerita yang membuatku sangat termotivasi. Ini bukan hanya tentang pencapaian, tetapi tentang sebuah mimpi yang perlahan mulai terwujud. Setelah lima tahun berkarya di KBM App, platform yang didirikan oleh Asma Nadia dan Isa Alamsyah, aku akhirnya mendapatkan sertifikat pertamaku. Perasaanku campur aduk antara kaget, bahagia, dan haru. Aku ingat sekali sore itu, setelah bangun tidur siang, aku membuka ponsel dan mendapatkan pesan dari tim KBM App. Naskahku masuk dalam 30% naskah terbaik di kompetisi Teras Indonesia Season 9. Sebuah pencapaian yang tak pernah terbayang sebelumnya! Sejak pertama kali bergabung dengan KBM App di tahun 2020, aku adalah tipe penulis yang kadang hadir, kadang menghilang. Aku sering gagal menyelesaikan tulisan, bahkan sempat menghapus sebagian besar karyaku, kecuali satu kumpulan puisi berjudul "Puisi Sunyi." Setelah itu, aku me...

Mengunci Pintu Dunia Maya, Membuka Jendela Jiwa

Halo semuanya, hari ini saya ingin curhat tentang pengalaman saya dengan akun media sosial saya. Entah ini sudah ponsel yang ke berapa, akun-akun media sosialku, baik itu Instagram atau Facebook, selalu saja ada yang usil. Padahal saya bukan seorang konten kreator, saya hanya seorang penulis yang baru merintis karir. Meskipun begitu, akun pribadi setiap orang memiliki keunikan masing-masing. Dulu, selalu ada yang usil dengan akun saya. Entah apa yang menarik dari akun yang saya miliki. Meskipun usaha dagang online saya sudah tidak lagi berjalan, tetap saja ada yang usil. Sebelum saya mengalami kejadian pada 5 Januari 2023, akun saya sudah sering diganggu. Namun, selalu bisa saya atasi. Cita-cita masa kecil saya menjadi seorang penulis juga masih dalam tahap dirintis, namun tetap saja diganggu. Ponsel Motorola G6 merah saya bukanlah satu-satunya ponsel yang berusaha memasuki akun saya. Mulai dari HP LG, Vivo, bahkan ponsel dengan harga ratusan ribu hingga jutaan pernah digunakan untuk m...