Langsung ke konten utama

Postingan

Kemesraaan Dalam Hati Part 2

 Aku Hanyalah Daun-daun Yang berguguran Di bulan safar Kemudian sabar Menanti untuk mekar Kembali Di feberuari. Ketika persediaan air Ditengah gurun Cinta Telah habis. Baru kusadar Kehadiran cintaMu Amat sangat kurindukan Ditengah sepiku Dan kujadikan butiran tasbih Sebagai sebuah bukti Cintaku PadaMu Dan ingin ku ukir Kembali kemesraan denganMu Ya robbi yang telah lama Tak tergulir akibat duniaku Dan Kemesraan hamba denganMu Hanya hati yang rasa 09 Mei 2011 Pukul. 19:03 Oleh. : Jannatul Zahra

Aku Tak Pernah Tahu

Aku tak pernah tahu Berapa kali Aku pernah di bully Aku tak pernah tahu Berapa perih Yang pernah Aku rasakan Aku tak pernah tahu Berapa tetes Air mataku Yang pernah Kualirkan Karena ku izinkan Hatiku terluka Aku tak pernah tahu Berapa waktuku habis Dalam sia- sia Tiada berarti Aku tak pernah tahu Berapa menit? Berapa detik? Duka itu hadir Dalam diriku Aku tak pernah tahu Berapa bahagia Yang pernah datang Menghampiri Aku takkan pernah Menghitung semua itu Karena memang ku tak sanggup Mengkalkulasi Berapa duka dan bahagia Yang pernah hadir... Aku tak pernah lagi Memilih dan menghitung Dan ... Akan kubiarkan Hidupku mengalir Karena ku tahu Duka dan Bahagia Datang silih. Berganti Seperti Air sungai Dan yang aku tahu Aku hanya perlu Bertanya Pada diriku sendiri Maka nikmat tuhan Manakah Yang diri ini Telah dustakan Sudahkah diri ini Mensyukuri semua PemberianNya Oleh : Jannatul Zahra Penajam Kamar Pink 01 Maret 2013

Rindu Ini

Aku terhempas Dalam kenanganku Akan dirimu Yang hadir dalam Imajinasi ku selalu Kini, kau dan aku Terpisah jauh Kau berada Di alam barzah Sementara Aku masih disini Entah kapan Kita akan bertemu? Hanya Allah Yang tahu Hanya doa Yang bisa menjadi Penyambung hati Pelepas rindu Mungkin malam nanti Allah berkenan Mempertemukan Kita di Alam Mimpi Dalam tidurku Oleh : Jannatul Zahra 28 februari 2013

Puisi Perangkai Jiŵa Part III : Masa Depanku?

Ku tahu pelangi Tak kan selalu datang Sehabis hujan Tapi ku tahu Ada langit Disetiap hariku Walaupun ku tahu Warnanya tak selalu Biru Wahai sang Rahman Robbul izzati Dzat yang maha cinta Bolehkah aku bertanya Bagaimana masa depanku Kelak? Tuhan aku lelah Dalam kebimbingan yang Entah kapan berhenti Di mata Jannatul Zahra 22 -23 Feb 2013

Di Titik Senja

Aku berhenti di sini… Di sudut malam penantian Kantuk berjelaga rindu Dalam alunan antara sudut Sore dan. Senja Dalam perjalanan menuju malam Di Titik senja Lelah ku mencapai nadir Titik itu telah kugapai Dengan rasa syukur Demi sesuap nasi Ku bekerja keras Di pagi harap Demi. Mengisi Perut hari ini

Puisi Perangkai Jiwa Part II :Zahra

Kurangkai diri Seperti bunga Karena ku adalah bunga itu Aku adalah bunga itu Yang lahir Dari cinta dan kasih Ibu dan Ayah Di benih dengan cinta Di pupuk dengan kasih sayang Di sirami dengan ketulusan dan keikhlasan Aku adalah aku Suratan takdir mengharuskanku Tak boleh layu Walaupun namaku zahra Aku harus menjadi kuat Dan tak patah arang Jikalau mentalku adalah akar Maka akarku tak boleh sekalipun Patah. Walaupun hamtaman Ombak ganas mendera akarku Bersabarlah wahai bunga Walaupun diterpa hujan petir Tetaplah dalam kesabaran yang indah Walaupun jiwa merasa lelah Percayalah Allah tidak akan mengingkari janjiNya Jika diri ini bersabar Dalam menghadapinya Dan lulus dalam melewatinya Maka. JannahNya sedang menantimu Wahai diri. Wahai diri Yang jiwaku Berada dalam genggamanNya Dengarkanlah petuah hatimu Bahwa sabar dan syukur Adalah sulit pada awalnya Namun Indah pada akhirnya Oleh : Jannatul Zahra Jumat 22 feb. 2013 

Puisi Perangkai Jiwa Part I : Karena Namamu Indah

Jannatul Zahra Kutulis namamu Dalam. Lembaran Puisiku Jan Itulah sapa untukmu Singkat bukan? Tapi tetap indah Jan Jannatul. Zahra Tahukah Kau? Namamu Puitis Dan bermakna sangat Indah Jan Ku tuliskan Tulisan Ini Bukan untuk Membuatmu Narsis dan bangga. Diri Apalagi lupa diri Jan Jannatul Zahra Ku tuliskan Untuk menyemangati Dirimu Karena ku tahu Kau sedang rapuh Jan Jannatul Zahra Bunga Surga Bangkitlah wahai diri Jangan izinkan Dirimu untuk Terus rapuh karena Cita yang belum tercapai Dan harapan yang belum Terwujud. Jan Jannatul Zahra Bangkitlah Wahai diriku Sayang Jan Jannatul Zahra Tahukah kau? Bahwa Namamu Adalah pengingat Dan nasehat Buat Dirimu Agar kau tak mudah Layu seperti bunga Diluar sana Maka Allah mengujimu Agar kau memiliki Akhlak yang jauh lebih indah Dan lebih harum dari bunga Agar benar- benar Menjadi penghuni surga Jannatul Zahra Wahai diriku sayang Bersyukurlah pada Ilahi Bahwa di balik kekurangan Dan keterbasan dirimu Allah sematkan nama yang Indah dirimu...