Langsung ke konten utama

Postingan

Auraku

Kau adalah simponi Dalam sebuah kehidupan yang mengiringi langkahku Seperti nyanyian Embun dipagi hari Yang hadirkan. Kesejukan pada Auraku   Puisi oleh : Jannatul Zahra Penajam, Gunung Seteleng Selasa 16 September 2015

Bait-Bait Rindu

Ibarat Bunga Yang mengkutum  Melahirkan inspirasi Syair- syair rindu Yang terdiri  Dari bait-bait Rindu Yang menceritakan  Kasih sayang By : Jannatul Zahra Rumahku Gn Seteleng 06 oktober2015 Hari Selasa

Jemputlah Bahagia

Jangan.pernah mengeluh dihadapan manusia teman karena tidak semua manusia mampu memahamimu tapi kitalah yang sebenarnya mampu mengatur diri ikita sendiri terlepas dari kita memiliki pendidikan atau tidak, sebenarnya manusia memilliki. Kemampuan untuk menjadi sosok manusia yang  berkarakter karena hidup   adalah proses penyeleksian untuk menjadi hamba - hamba terbaik dihadapan allah swt, & tempat proses penyeleksian itu bernama dunia dengan berbagai rancangan desain susah , senang dukacita air mata, rezeki jodoh serta kematian, serta takdir- takdir lainnya, telah tertulis di lauhul mahfuzh, lupakan sedihmu jangan kau lepaskan keluh kesahmu  dihadapan manusia, karena setiap manusia   juga punya beban masalah yang bisa jadi. Jauh lebih berat dari beban yang kita miliki.  Buat apa kita mengeluh, dan terus hanya akan menambah beban psikis yang kita rasakan, lakukan apa saja yang kita bisa, sibukkan diri dengan aktivitas yang bermanfaat &sibuk...

Malam Part II

Malam Hitam Inilah kelamku Berteman gelisah Dari januari - oktober Karena seseorang Yang disana Puisi - puisi Terinspirasi darimu Bukan untuk mengungkapkan Perasaan cintaku padamu Tapi untuk melupakan Perasaan cintaku Padamu Gulita Apakah cinta itu misteri? Benarkah hatiku cinta kepadanya Kenapa aku bisa jatuh cinta kepadanya Malam Kali ini kau kugenggam Agar menemaniku Dalam sunyi ini Merangkai istighfar Ketika namanya Terlintas Malam Aku jatuh cinta Kekasih - kekasih Namun kau belum tentu Jadi kekasih Malam Merindu Ditemani sunyi Dalam rangkaian Puisi Puisi : Jannatul Zahra Sabtu Malam 12 Oktober 2013

Penantian

Aku menapak Ribuan langkah Dalam kepiluah hati Di trotoar cinta Kulihat namamu Sebagai penunjuk Namun tak tahu Aku harus kemana? Seribu langkah Walau cepat Namun terasa Gontai Ketika asaku Sudah berputus Kini geletar rindu Hadir kembali Ketika seribu mimpiku Ingin kutidurkan Kini penantianku Hanyalah Menjadi dewasa Sambil menanti mujizat yang Sejak kecil Kurindukan Datang menghampiri Sabu12 Okt. 2013 By, Jannatul  Zahra

Pudarkan

Satu- demi satu Jejakmu telah Kuhapus Episode januari- oktober Telah selesai 13 Oktober. 2013 Adalah terakhir Bersemayamnya Virus bernama cinta Berciri merah jambu Untukmu seseorang disana Rasaku dan bayangmu beserta Namamu Telah perlahan memudar Dan andai Rasa itu Datang lagi Izinkan ia memudar Lewat puisi yang kutuliskan Puisi : Jannatul Zahra

Malam 2

Malam Hitam Inilah kelamku Berteman gelisah Dari januari - oktober Karena seseorang Yang disana Puisi - puisi Terinspirasi darimu Bukan untuk mengungkapkan Perasaan cintaku padamu Tapi untuk melupakan Perasaan cintaku Padamu Gulita Apakah cinta itu misteri? Benarkah hatiku cinta kepadanya Kenapa aku bisa jatuh cinta kepadanya Malam Kali ini kau kugenggam Agar menemaniku Dalam sunyi ini Merangkai istighfar Ketika namanya Terlintas Malam Aku jatuh cinta Kekasih - kekasih Namun kau belum tentu Jadi kekasih Malam Merindu Ditemani sunyi Dalam rangkaian Puisi Puisi : Jannatul Zahra Sabtu Malam 12 Oktober 2013