Langsung ke konten utama

Postingan

Pudarkan Part II

Kau adalah setitik bayang - bayang merah jambu  yang menjadi bayangan  pada  sebuah hati Tuhan  Kenapa kau izinkan lagi qalbu ini   bertamukan  cinta  yang masih  jadi  tanya haruskah ia  ku pudarkan  lagi  seperti  yang sudah - sudah   dan  berakhir  menjadi  puisi cinta Puisi : By Jannatul Zahra Senin 27  Maret 2017 .

Perempuan Pekat &Lelaki Sunyi

Malam itu perempuan pekat mengitari sudut menjadi kupu-kupu    menanti Kumbang -kumbang dengan mobil mewahnya Diperempatan  jalan lampu  merah menjaja diri demi sesuap nasi  didalam pekat malam Perempuan.Pekat  didalam.malam penuh kejora  terpenung dalam.gulita  sementara  diujung sana nampak lelaki duduk termenung seraya menyedot  fruty didalam sunyi Didalam pekat  yang sunyi Dua makhluk berbeda jenis mendesis seperti tikus dibawah remang -remang cahaya serta  menjerit -jerit seperti alunan piano tua yang sudah lama  tak  dimainkan Lelaki sunyi pun berlalu seperti tikus yang meninggalkan  piano tua dan  menjadi bayang -bayang hitam di perempatan lampu merah Saksi bisu kisah perempuan pekat &  lelaki sunyi yang berperaduan bersama dalam.gedung tua tanpa  surat nikah Puisi : Jannatul Zahra Tanggal 17 maret 2017

DekapMu

Tuhan  dekapku dalam  kasihMu Tuhan   dekapku dalam  cintaMu   Inilah  diriku  yang rindu  akan   dekapanMu. Jiwaku kini  asing dari putih. menjadi Kelabu Dari Kelabu menjadi  Pekat  kini Putih  hanyalah kenangan. kenangan manis   seperti waktu  yang berlalu Lalu.akupun  berjalan  dalam.sunyi  Menuju dekapan  SuciMu wahai Izzati Puisi : Jannatul  Zahra Minggu, 26 feberuari 2017 Jalan.Perintis No, 17 Sudah Diposting Pada   blog sebelumnya blogspot

Apel Merah

Masih ingatkah kau sayang Ketika itu hujan turun Di sebuah mall Di pinggir kota Kita membeli Apel merah Kemudian apel itu kita bagi dua Satu untukmu dan satu untukku Belahan apel merah itu Berbentuk sebuah hati Hatiku dan hatiku akan selalu Berbagi dalam suka dan duka Dan dalam  cinta dan kasih sayang Lupa tanggal pembuatannyd a

Senyap

Malam gelap Tiada cahaya bintang  Apalagi bulan Semua bersembunyi Di kolong langit Tiada hendak memberi cahaya Bagi manusia Hanya lolongan anjing yang terdengar Seorang  gadis duduk sendirian Diatas meja yang menawan Menulis buku  diary tentang kehidupan  tuhan tolonglah dia yang  Sendirian menanti  PertolonganMu Didalam kesepian dan kesenyapan Dan. Tangisnya dia  Menanti KasihMu By: jannatul Zahra 3 November 2006

Cerita Senja

Menulis  makna diujung hari  Melafazkan  kerinduan  pada langit  mengumandangkan AzanNya  Ketika matahari  Purnakan  tugasnya    Cerita  Senja Pun  dimulai tentang malam  yang  bergulir  menjadi  selimut  bagi   orang  yang  lelah    Jannatul  Zahra Jannatul Zahra di 11.25

Puisi Di Sudut Jendela

Cinta berjubah sepi bersamamu dinda Berkawan  sunyi senyap  Disudut Jendela Wahai Kelam Di temani pena Bersahabatkan inspirasi Bersama  mencipta kalam Dari sudut  jendela Di dampingi sepoaian  Angin Darat Melahirkan syair di kegelapan Puisi : Jannatul Zahra Sabtu malam 30.April 2016 Pernah Ditulis  : Di  blog mwb