Allah Tolonglah Hamba Dan lindungilah Hamba Allah TanpaMu Hamba bagaikan sebongkah Patung hidup Yang terbuat dari . tanah liat , kosong tidak ada apa-apanya Meskipun aku bernyawa Bila tanpa kehadiranMu Puisi.By, Jannatul.Zahra
Sepenggal asa kubawa bersama kisah kelam dujung qalbu menjadi Penggalan cerita sunyi yang berlalu diujung hari menjadi bait- bait rindu dalam. kisah kasih tak sampai didalam sepenggal cerita Sunyi Puisi : Jannatul Zahra Selasa, 28 maret 2017
Kau adalah setitik bayang - bayang merah jambu yang menjadi bayangan pada sebuah hati Tuhan Kenapa kau izinkan lagi qalbu ini bertamukan cinta yang masih jadi tanya haruskah ia ku pudarkan lagi seperti yang sudah - sudah dan berakhir menjadi puisi cinta Puisi : By Jannatul Zahra Senin 27 Maret 2017 .
Malam itu perempuan pekat mengitari sudut menjadi kupu-kupu menanti Kumbang -kumbang dengan mobil mewahnya Diperempatan jalan lampu merah menjaja diri demi sesuap nasi didalam pekat malam Perempuan.Pekat didalam.malam penuh kejora terpenung dalam.gulita sementara diujung sana nampak lelaki duduk termenung seraya menyedot fruty didalam sunyi Didalam pekat yang sunyi Dua makhluk berbeda jenis mendesis seperti tikus dibawah remang -remang cahaya serta menjerit -jerit seperti alunan piano tua yang sudah lama tak dimainkan Lelaki sunyi pun berlalu seperti tikus yang meninggalkan piano tua dan menjadi bayang -bayang hitam di perempatan lampu merah Saksi bisu kisah perempuan pekat & lelaki sunyi yang berperaduan bersama dalam.gedung tua tanpa surat nikah Puisi : Jannatul Zahra Tanggal 17 maret 2017
Tuhan dekapku dalam kasihMu Tuhan dekapku dalam cintaMu Inilah diriku yang rindu akan dekapanMu. Jiwaku kini asing dari putih. menjadi Kelabu Dari Kelabu menjadi Pekat kini Putih hanyalah kenangan. kenangan manis seperti waktu yang berlalu Lalu.akupun berjalan dalam.sunyi Menuju dekapan SuciMu wahai Izzati Puisi : Jannatul Zahra Minggu, 26 feberuari 2017 Jalan.Perintis No, 17 Sudah Diposting Pada blog sebelumnya blogspot
Masih ingatkah kau sayang Ketika itu hujan turun Di sebuah mall Di pinggir kota Kita membeli Apel merah Kemudian apel itu kita bagi dua Satu untukmu dan satu untukku Belahan apel merah itu Berbentuk sebuah hati Hatiku dan hatiku akan selalu Berbagi dalam suka dan duka Dan dalam cinta dan kasih sayang Lupa tanggal pembuatannyd a
Malam gelap Tiada cahaya bintang Apalagi bulan Semua bersembunyi Di kolong langit Tiada hendak memberi cahaya Bagi manusia Hanya lolongan anjing yang terdengar Seorang gadis duduk sendirian Diatas meja yang menawan Menulis buku diary tentang kehidupan tuhan tolonglah dia yang Sendirian menanti PertolonganMu Didalam kesepian dan kesenyapan Dan. Tangisnya dia Menanti KasihMu By: jannatul Zahra 3 November 2006