Langsung ke konten utama

Postingan

Awan

Awan Di langit Berarak-arak Awan di langit berwarna putih Awan dilangit  seperti salju Awan dilangit aneka bentuk Awan. Dilangit ciptaan tuhan Karya: Jannatul Zahra 14-12-2004 

Menghapus Rinai Rindu

: Menghapus Rinai Rindu Rinai rindu Masihkah Adakah Untukku Walau hanya setitik saja Seperti hujan Masih berkenan Meneteskan airnya ke bumi Rana jiwaku Karena sikapmu Kias rayumu Sudah tak bermakna Lagi untukku Maka biarlah Rinai rindu itu ku hapus Dari Qalbuku Dan  izin Aku Mencari rindu- rindu. Yang  lain Oleh: Jannatul Zahra Istana Pink Gn. Seteleng PPU 28 Januari 2012

Patung

Allah Tolonglah Hamba Dan lindungilah Hamba Allah TanpaMu Hamba bagaikan sebongkah Patung hidup Yang terbuat dari . tanah liat , kosong tidak ada apa-apanya Meskipun aku bernyawa Bila tanpa kehadiranMu Puisi.By, Jannatul.Zahra

Sepenggal Cerita Sunyi

Sepenggal asa  kubawa bersama kisah kelam dujung  qalbu  menjadi Penggalan  cerita   sunyi  yang berlalu diujung hari menjadi bait- bait rindu   dalam. kisah kasih tak sampai  didalam  sepenggal  cerita Sunyi Puisi : Jannatul Zahra Selasa, 28 maret 2017

Pudarkan Part II

Kau adalah setitik bayang - bayang merah jambu  yang menjadi bayangan  pada  sebuah hati Tuhan  Kenapa kau izinkan lagi qalbu ini   bertamukan  cinta  yang masih  jadi  tanya haruskah ia  ku pudarkan  lagi  seperti  yang sudah - sudah   dan  berakhir  menjadi  puisi cinta Puisi : By Jannatul Zahra Senin 27  Maret 2017 .

Perempuan Pekat &Lelaki Sunyi

Malam itu perempuan pekat mengitari sudut menjadi kupu-kupu    menanti Kumbang -kumbang dengan mobil mewahnya Diperempatan  jalan lampu  merah menjaja diri demi sesuap nasi  didalam pekat malam Perempuan.Pekat  didalam.malam penuh kejora  terpenung dalam.gulita  sementara  diujung sana nampak lelaki duduk termenung seraya menyedot  fruty didalam sunyi Didalam pekat  yang sunyi Dua makhluk berbeda jenis mendesis seperti tikus dibawah remang -remang cahaya serta  menjerit -jerit seperti alunan piano tua yang sudah lama  tak  dimainkan Lelaki sunyi pun berlalu seperti tikus yang meninggalkan  piano tua dan  menjadi bayang -bayang hitam di perempatan lampu merah Saksi bisu kisah perempuan pekat &  lelaki sunyi yang berperaduan bersama dalam.gedung tua tanpa  surat nikah Puisi : Jannatul Zahra Tanggal 17 maret 2017

DekapMu

Tuhan  dekapku dalam  kasihMu Tuhan   dekapku dalam  cintaMu   Inilah  diriku  yang rindu  akan   dekapanMu. Jiwaku kini  asing dari putih. menjadi Kelabu Dari Kelabu menjadi  Pekat  kini Putih  hanyalah kenangan. kenangan manis   seperti waktu  yang berlalu Lalu.akupun  berjalan  dalam.sunyi  Menuju dekapan  SuciMu wahai Izzati Puisi : Jannatul  Zahra Minggu, 26 feberuari 2017 Jalan.Perintis No, 17 Sudah Diposting Pada   blog sebelumnya blogspot