jingga Kutulis nada -nada sunyi pada kuntum -kuntum waktu ketika langit ini berwarna jingga yang meluruhkan damai pada ujung syahdu yang berhiaskan rindu Puisi, by Jannatul Zahra sabtu 16 desember 2017
Aku terjaga 0dalam sangkar Yang terbuat Dari kain Namun entah Di sekian hari. Ini. Aku terjaga Malam berganti Siang dan.siang Menjadi malam Walau. Malam akan berputar Menjadi.pagi. sesaat lagi Aku tetap menjaring.sunyi Seperti bintang pentas Yang bekerja jika. Malam tiba Dan merubah Siang Menjadi rajutan mimpi yang indah Puisi : by, Jannatul Zahra 09 Agustus 2017
aku melukismu di atas kanvas fatarmorgana yang terbentang halaman alam pikiran dengan daun lontar sebagai kuasnya dan tetesan hujan sebagai catnya kulukis alam didalam imaji yang mencipta harmoni dari syahdunya malam yang diiringi nyanyian rintik hujan yang meneduhkan Puisi : by, Jannatul Zahra Kamar Pink Ku, 3 Agustus 2017
Aku menanti mu seraya mengukir waktu meniti lengkungan malam yang membawaku pada fatamorgana yang berwujud rindu yang menjadi benih rasa ini yang aku sendiri tidak menginginkannya walau ikatan darah bukanlah penghalang namun takdir telah menjawabnya bahwa rindu ini hanyalah semu yang sebenarnya tak aku inginkan tapi tuhan memberiku hikmah bahwa rindu yang tak diharapkan ini menjadi puisi indah yang kuharapkan dan akhirnya menjadi bait -bait syahdu diujung malam Puisi By ,Jannatul Zahra 02 Agustus 2017
Aku bagai kupu - kupu nan cantik yang terdampar di tengah salju yang dingin dan.membuat sayapku Membeku Karena bermandikan putihnya salju Dan akhirnya Aku menjadi Kupu - kupu salju Puisi By Jannatul Zahra Kamis 03 Agustus 2017
Pelangi Yang Kurindukan hanya datang saat lebat bersama alunan syair Puisi qalbu diantara sunyi dan secangkir teh Mendekap gulita Dalam.gulita Dalam.kerinduan Anyelir Kepada Pelangi Puisi : Jannatul Zahra 08:01pm, Jumat o6/05/2016
Dibalik sunyiku aku terperangkap sebuah mimpi mayaku melangitkan asaku yang pupus kembali menyinar dikarenakan sebait doa pada sunyi malam ku alunkan doa padaMu izzati agar jiwa ini tak lagi ringkih menahan uji yang kadang mengundang pedih Puisi By Jannatul Zahra April 2017