Langsung ke konten utama

Postingan

Aku Memaknaimu

memaknai mu Seperti subuh memaknai fajar yang hadirkan jingga dipelataran langit saat diantara gelap terang Aku memaknaimu seperti pagi memaknai mentari Yang hadirkan terang Usai fajar berlalu Aku memaknai mu Seperti sore memaknai senja Yang hadirkan semburat emas ketika matahari hendak membenamkan diri ke ujung barat. Aku memaknaimu dengan dengan sepenuh jiwa Layaknya gerimis yang bersahabat dengan deras hujan , petir yang lahirkan pelangi penuh warna Aku memaknaimu seperti gerimis dan embun Yang menemani sepiku Pagi ini Puisi By, Jannatul Zahra 07 Mei 2017

Ombak Menari

adalah ombak yang menari dalam abrasi ketika pantai melukis hati diatas air Lalu terhapus tsunami dan menjadi legenda tertulis di lembaran lontar lalu diterbangkan angin dan kembali ke pantai dipangku ombak dan diajak menari Puisi By Jannatul Zahra April 2017 Tag : Puisi, ombak, menari, jannatul Zahra …

Rindu Jingga

jingga Kutulis nada -nada sunyi pada kuntum -kuntum waktu ketika langit ini berwarna jingga yang meluruhkan damai pada ujung syahdu yang berhiaskan rindu Puisi, by Jannatul Zahra sabtu 16 desember 2017

Terjahga

Aku terjaga  0dalam sangkar   Yang terbuat  Dari kain  Namun entah Di sekian hari. Ini. Aku   terjaga Malam berganti Siang dan.siang Menjadi malam Walau. Malam  akan berputar  Menjadi.pagi. sesaat lagi Aku tetap  menjaring.sunyi Seperti bintang pentas  Yang bekerja jika. Malam tiba Dan merubah  Siang Menjadi  rajutan mimpi  yang indah Puisi : by, Jannatul Zahra 09 Agustus 2017

Nyanyian Alam

aku melukismu   di  atas kanvas fatarmorgana  yang terbentang   halaman alam pikiran dengan  daun lontar sebagai kuasnya   dan  tetesan hujan  sebagai catnya kulukis alam  didalam imaji yang mencipta harmoni  dari   syahdunya malam yang diiringi nyanyian rintik  hujan yang  meneduhkan Puisi : by, Jannatul Zahra Kamar  Pink Ku, 3 Agustus 2017

Rindu Yang Tak Diharapkan Part II

Aku menanti mu  seraya mengukir waktu   meniti   lengkungan  malam yang  membawaku pada fatamorgana  yang berwujud rindu  yang   menjadi benih rasa ini   yang aku sendiri tidak menginginkannya   walau ikatan darah bukanlah  penghalang  namun  takdir telah  menjawabnya bahwa rindu ini hanyalah semu yang sebenarnya tak aku inginkan tapi  tuhan memberiku hikmah bahwa rindu yang tak diharapkan ini   menjadi puisi indah yang  kuharapkan    dan akhirnya  menjadi bait -bait syahdu diujung malam Puisi By ,Jannatul Zahra 02 Agustus 2017  

Kupu-kupu Salju

Aku bagai kupu - kupu  nan cantik yang terdampar  di tengah salju  yang dingin  dan.membuat  sayapku  Membeku  Karena bermandikan  putihnya salju Dan akhirnya  Aku menjadi Kupu -  kupu salju Puisi By Jannatul Zahra Kamis 03 Agustus 2017