Langsung ke konten utama

Postingan

Puncak Rindu Yang Membeku

Kemarau jiwa melafazhkan rindu Rindu yang menjadikan hati berwarma merah jambu Yang mengkiaskan biorama jiwa Yang merasuki asa yang melambungkan khayalan ku Menjadi terbang tinggi kala aku berada dalam Ruang sunyi liar dan menggelora Dan Akupun bertanya pada qalbuklu Apakah ini cinta atau nafsu belaka. Dan. menjadi merah jambu seperti yang Sudah -sudah Lalu ia membeku dan terkenang Menjadi puisi semalam Haruskah aku mendaki gunung Yang tinggi hingga ke puncak nya untuk Mencairkan rindu itu Sementara ia dan aku hanyalah sebuah misteri Yang hanya bisa dijawab oleh waktu Entahlah 18 -19 maret 2019 Puisi by Jannatul Zahra

Surgaku

Izinkan aku memelukmu wahai surgaku jika aku boleh meminta aku rindu . kecupan mu di keningku Wahai Robbi ,jika aku boleh meminta padaMu izin kan ku untuk membahagiakan. surgaku ya allah walau mungkin hanya sekali saja dalam hidupku izin kan ku ya allah untuk membuat surgaku senantiasa tersenyum bahagia karena ia adalah surgaku rahimnya adalah rumah pertama sebelum.aku datang ke alam dunia, dan ia adalah surgaku tempat aku mengadu dan berbagi keluh menjadi pembelaku dan mengusap airmataku ketika aku teraniaya dahulu karena ulah teman ku, atau orang sekelilingku yang tak bisa menerimaku karena ragaku berbeda dengan mereka dan engkau surgaku ibu ibu ibu Engkau adalah surgaku dan aku sangat mencintai mu bu , walau bibirku tak pernah bisa mengatakan nya ibu ibu ibu Engkau adalah surgaku aku sayang padamu walau akutak pandai mengungkapkannya bahkan dengan untaian kado sekalipun seperti yang dilakukan kakak tapi aku berharap Allah memberi usia yang panjang untuk mu dan Allah memb...

Kosong

Pucuk - pucuk purnama membingkai hati menjadikan langit sebuah cerita merangkai malam menjadi sebuah episode penuh intrik dan bagai Puisi tanpa bait hanya sebuah puisi tanpa.majas hanya sebuah puisimalam.yang merindu hadirnya pagi Puisi : By Jannatul Zahra 26 Februari 2019

Gugur Rindu

pucuk -pucuk kenari membelai senja membelah purnama melafazkan kasih mebingkai kisah dipelataran jiwa Menawar luka pada lembaran kemarau yang menjadi saksi gugur nya rindu menjadi dedaunan yang jatuh ke bumi Puisi : By Jannatul Zahra Rabu 20 Februari 2019 Penajam Paser Utara

Jingga Malam

Derai sunyi pada kuncup kenari, membiaskan asa ku melafazhkan ayat- ayat rindu Merayu pelangi diujung jingga hingga senja menjemput gulita hingga hembusan nya menggelitik sunyi mengantar mata pada menuju Peraduan hingga jingga menghilang tertutup pekat Puisi : Jannatul Zahra Penajam, 14 Februari 2019

Purnama & Rindu

Purnama menari membiaskan hati merayu malam di sudut loka melafazhkan syair menutup sunyi menghapus rindu hingga hati yang terbiaskan purnama tak lagi di kelilingi lembaran geliisah dirayu virus merah jambu yang membuat rindu akan hadir nya akan pujaan hati 06 Februari 2019 Puisi by Jannatul Zahra

Mengejar Pelangi

Engkau bagai jingga menghias asa membingkai rindu diruang jiwa ditemani senandung religi menemani ku bersama peka menari bersama kepikiran hati yang membuatkuv ingin berlari mengejar pelangi bersama anyelirku menghapus pekat hati dan goresan lukaku yang mendang gerimis pada kelopak mata cukuplah menjadi hujan badai yang melahirkan kan pelangi setelahnya Puisi by Jannatul Zahra kamar pink Ku gn seteleng Penajam Paser Utara 201ppp