Langsung ke konten utama

Postingan

Mengejar Pagi

Judulnya sih. Puitis tapi nyatanya bukan sebuah puisi tapi sebuah catatan tentang seorang perempuan penggila Smartphone doyan nulis berusaha bangun pagi tapi tetap. saja telat kisahnya mau menghabisink kuota yang tinggal beberapa jam lagi akan habis tapi nyatanya tetap aja dan Sekarang berpacu dengan waktu untuk menghabiskan kuota ini😁 dan hari adalah Dimana saya .mencoba aplikasi like aplikasi video yang. Booming saat ini & besok semoga tidak telat untuk bangun pagi Karena konon bangun bisa membuat hidup Jauh lebih , semangat 😊

Pelukan Pagi

Engkau dan aku adalah puisi Dari syair  - syair kehidupan menjadi bait – Bait  Rindu nan  manis  yang  disambut. Embun pagi  Nan sejuk Kita. Adalah syair  berjudul pagi Yang menghias  relung jiwa   Dan menjadi bunga di taman hati insani Dipelukan pagi Puisi :  By Jannarul Zahra Jumat , 12 April  2019

Karena Aku Mencintai Hujan

Karena Aku Mencintai Hujan Ingin Aku memeluk hujan  Dan Menari bersamanya  Rintik nya mengalir deras  Bak simphony langit  Bagai Sebuah melodi indah  Yang memyejukan hati  Ingin aku memeluk hujan  Karena aku mencintainya  Rintiknya mengalir deras  Terdengar syahdu. Ditelinga  Dan. Pada setiap rintiknya kutitip Doa Puisi : By Jannatul Zahra Penajam ,Jumat 12 Apri 2019 

Purnama PenawarLuka

Engkau Bagai purnama Di. Sudut jiwa Menerangi hati. Yang Pekat berkilauan seperti bintang Mensyahduhkah dilema hati Yang merambat ke raga Nan rampuh Yangg mengikis asa menja luka Karena purnama itu adalah penawarnyw Bersama hembusan angin Melamar kedamaian Lalu. Dihantarkan Kepada insan Di kesunyian Lewat kesejukan Angin malam By. Jannatul Zahra Jumat12 April 2019

Puncak Rindu Yang Membeku

Kemarau jiwa melafazhkan rindu Rindu yang menjadikan hati berwarma merah jambu Yang mengkiaskan biorama jiwa Yang merasuki asa yang melambungkan khayalan ku Menjadi terbang tinggi kala aku berada dalam Ruang sunyi liar dan menggelora Dan Akupun bertanya pada qalbuklu Apakah ini cinta atau nafsu belaka. Dan. menjadi merah jambu seperti yang Sudah -sudah Lalu ia membeku dan terkenang Menjadi puisi semalam Haruskah aku mendaki gunung Yang tinggi hingga ke puncak nya untuk Mencairkan rindu itu Sementara ia dan aku hanyalah sebuah misteri Yang hanya bisa dijawab oleh waktu Entahlah 18 -19 maret 2019 Puisi by Jannatul Zahra

Surgaku

Izinkan aku memelukmu wahai surgaku jika aku boleh meminta aku rindu . kecupan mu di keningku Wahai Robbi ,jika aku boleh meminta padaMu izin kan ku untuk membahagiakan. surgaku ya allah walau mungkin hanya sekali saja dalam hidupku izin kan ku ya allah untuk membuat surgaku senantiasa tersenyum bahagia karena ia adalah surgaku rahimnya adalah rumah pertama sebelum.aku datang ke alam dunia, dan ia adalah surgaku tempat aku mengadu dan berbagi keluh menjadi pembelaku dan mengusap airmataku ketika aku teraniaya dahulu karena ulah teman ku, atau orang sekelilingku yang tak bisa menerimaku karena ragaku berbeda dengan mereka dan engkau surgaku ibu ibu ibu Engkau adalah surgaku dan aku sangat mencintai mu bu , walau bibirku tak pernah bisa mengatakan nya ibu ibu ibu Engkau adalah surgaku aku sayang padamu walau akutak pandai mengungkapkannya bahkan dengan untaian kado sekalipun seperti yang dilakukan kakak tapi aku berharap Allah memberi usia yang panjang untuk mu dan Allah memb...

Kosong

Pucuk - pucuk purnama membingkai hati menjadikan langit sebuah cerita merangkai malam menjadi sebuah episode penuh intrik dan bagai Puisi tanpa bait hanya sebuah puisi tanpa.majas hanya sebuah puisimalam.yang merindu hadirnya pagi Puisi : By Jannatul Zahra 26 Februari 2019